SERANG – Bencana industri bisa menambah dampak bencana lebih luas yang diakibatkan oleh gempa bumi maupun tsunami, lantaran unsur kimia yang berada pada industri bisa mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat.
Untuk meminimalisasi potensi terjadinya bencana industri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan penguatan mitigasi bencana di daerah industri yang ada di Banten, salah satunya Kota Cilegon.
Kepala Pelaksana BPBD Banten Nana Suryana mengatakan, Kota Cilegon tidak hanya berada di bawah ancaman gempa bumi dan tsunami. Ancaman bencana lain yang membayangi Kota Cilegon adalah bencana industri yang terjadi akibat terjadinya bencana alam.
“Berdasarkan data BNPB, Kota Cilegon masuk ke dalam 136 kabupaten kota dengan pertumbuhan ekonomi tinggi. Namun, di sisi lain memiliki indeks risiko bencana yang juga tinggi,” kata Nana dalam kegiatan penguatan mitigasi bencana di Kota Cilegon, pekan lalu.
Tingginya risiko bencana di Kota Cilegon, lanjut Nana, disebabkan Kota Cilegon sebagai daerah industri yang terdapat banyak kawasan industri bahan kimia berbahaya.
“Bencana industri dinilai bisa menambah dampak bencana yang diakibatkan oleh gempa bumi atau tsunami, mengingat unsur kimia yang berada pada industri bisa mengancam keselamatan masyarakat,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, semua ancaman dan potensi bencana industri di Kota Cilegon harus disikapi secara serius melalui kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana melalui kegiatan mitigasi.
“Mitigasi bencana penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan berbagai pihak terhadap ancaman bencana di Kota Cilegon dan sekitarnya, khususnya terkait ancaman gempa bumi dan tsunami yang mengakibatkan bencana industri. Selain itu bisa memperkuat mekanisme operasional yang terencana dan terkoordinasi untuk memastikan tanggap darurat yang efektif,” bebernya.
Nana berharap, semua pihak terutama dunia industri harus berperan aktif dalam melakukan penguatan mitigasi bencana terhadap masyarakat sekitar.
“Kami mendorong agar kalangan industri juga aktif menyosialisasikan kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat sekitar,” tandanya. (*)











