HOTEL RAMAI
Sementara itu, kasus Covid-19 melandai di Banten membuat hunian hotel ramai. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang Banten pada Oktober lalu mencapai 49,08 persen atau naik 8,61 poin dibanding bulan sebelumnya yaitu sebesar 40,47 persen. Bahkan, dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, TPK pada Oktober tahun ini naik 10,80 poin.
Kepala BPS Provinsi Banten Dody Herlando mengatakan, peningkatan TPK hampir seluruh kelas hotel bintang di Banten. “Kecuali hotel bintang lima yang justru turun sebesar 6,15 poin,” ujar Dody, kemarin.
Dibanding bulan yang sama tahun lalu, ia mengatakan, TPK pada Oktober 2021 ini naik 10,80 poin dari sebelumnya sebesar 38,28 persen. Peningkatan TPK tahunan ini disebabkan oleh penghunian kamar yang naik pada hampir seluruh kelas hotel bintang di Banten, kecuali hotel bintang lima yang justru mengalami penurunan sebesar 2,73 poin.
Dody mengungkapkan, rata-rata lama menginap tamu (RLMT) gabungan, yakni asing dan Indonesia pada hotel berbintang selama Oktober 2021 mencapai 1,47 hari atau turun 0,06 poin dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 1,53 hari. Apabila dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, RLMT gabungan juga turun 0,07 poin.
Ia mengatakan, perkembangan TPK selama setahun terakhir memperlihatkan kondisi yang masih fluktuatif. “Pada bulan Oktober 2021 mengalami kenaikan. Hal ini kemungkinan disebabkan karena mulai meningkatnya penyelenggaraan MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition atau pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran-red),” terangnya.
Selain itu, lanjut Dody, masih dimungkinkan juga penyebab lain yang berkaitan dengan kenaikan TPK Oktober lalu. Prediksi TPK satu bulan ke depan diperkirakan mengalami kenaikan karena dimungkinkan meningkatnya penyelenggaraan MICE menjelang akhir tahun pada bulan November 2021. (nna/alt)











