Usai melakukan olah TKP, jasad korban dibawa ke RSU dr Dradjat Prawiranegara, Kabupaten Serang. “Masih dalam proses penyelidikan,” ungkap Kapolres Serang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Maruli Ahiles Hutapea kepada Radar Banten, tadi malam (12/12).
Belum diketahui sebab kematian korban. Sebab, hasil autopsi belum diserahkan pihak rumah sakit. “Jenazah lagi di rumah sakit, kita tunggu hasilnya (autopsi-red). Betul ada luka (pada paha kanan korban-red),” ujar alumnus Akpol 2002 tersebut.
Dokter forensik pada Instalasi Medikolegal Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKFM) RSUD dr Dradjat Prawiranegara, Kabupaten Serang, dr Agussalam Budiarso juga belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban. “Belum (diketahui penyebab kematian-red), saya masih harus melakukan pemeriksaan lanjutan histoPA (pemeriksaan mikroskop terhadap sampel organ-red) untuk mengetahui penyebab kematiannya,” ungkap Agussalam.
Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda bekas kekerasan seksual di tubuh korban. Akan tetapi, ditemukan beberapa luka lecet di leher yang diduga disebabkan oleh gigitan serangga atau kekerasan benda tumpul. “Untuk kepastian luka-lukanya harus dilakukan pemeriksaan lanjutan histoPA,” tutur Agussalam. (fam/nda











