TIGARAKSA – Datangnya musim penghujan membuat pengerjaan pembangunan fisik di Kabupaten Tangerang harus ekstra waspada agar bisa rampung sebelum tutup tahun anggaran.
Pengamat Kajian Publik Adib Miftahul mengungkapkan, sering terjadinya turun hujan di Kabupaten Tangerang membuat terganggunya pekerjaan proyek fisik yang saat ini memang masih ada yang masih dikerjakan, dan hal tersebut sangat berpotensi mempengaruhi kwalitas pekerjaan fisik, seperti pembangunan jalan, draenase dan juga bangunan fisik gedung.
“Karena memang pelaksana atau rekanan kontraktor hanya punya waktu 10 hari kedepan saja untuk bisa kerja hingga ke masa tutup tahun anggaran, dan di tanggal 28 Desember 2021 nanti di anggap sudah clear dari segala jenis pekerjaan Pemerintah Kabupaten Tangerang, terkecuali pekerjaan yang multiyears,”katanya, Selasa (21/12).
Adib juga mengatakan, untuk pembayaran kepada rekanan kontraktor, diharapkan pembayaran kepada mereka jika belum terselesaikan 100 persen di lakukan sistem pembayaran Cut Off, pembayaran sesuai dengan apa yang sudah di kerjakan, karena memang kondisi cuaca seperti ini, selalu turun hujan.
“Pihak dinas agar berhati-hati juga dalam melakukan pembayaran, atau melakukan pengajuan pembayaran kepada pihak rekanan. Karena sejatinya kondisi cuaca yang saat ini selalu turun hujan membuat tekhnis pekerjaan berpotensi terhambat,”ujar Dosen Universitas Islam Syekh Yusuf ini.
Sementara, Kepala Bidang Sumber Daya Air pada Dinas Bina Marga dan SDA Kabupaten Tangerang Dedi Sukardi mengatakan, saat ini memang beberapa pekerjaan masih dalam tahap pengerjaan, “namun saya memastikan bahwa jika hingga 28 Desember esok belum selesai, maka akan kami lakukan pembayaran melalui sistem Cut Off,”singkatnya.(mul)











