LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak tahun 2026 ini menargetkan produksi padi meningkat dibanding tahun 2025 lalu sebanyak 350 ribu ton lebih. Produksi padi di Kabupaten Lebak tahun 2025 mencapai 436 ribu ton lebih.
“Tahun 2026 target produksi padinya juga pasti naik dsrjbtahun 2025. Untuk target produksi 2026 kita masih nunggu breakdown target nasional dan provinsi,” kata Kepala Distan Lebak Rahmat Yuniar, Jumat 16 Januari 2026.
Menurutnya, setiap tahun produksi beras di Lebak di atas rata-rata nasional. Bahkan saat pandemi Covid-19, Lebak masih tetap surplus beras.
“Untuk memenuhi ketahanan pangan kami akan terus mendorong peningkatan produksi karena Lebak merupakan daerah lumbung pangan di Banten,” katanya, kemarin.
Lantaran itu, Rahmat optimis target tesebut dapat tercapai mengingat sebagaian besar petani di Lebak selalu melakukan pola tanam serempak dan penggunaan pupuk organik. Cara itu, petani dapat menikmati hasil panen yang memuaskan.
“Insya Allah dengan kondisi tersebut jauh berbeda dengan hasil panen petani yang mengandalkan pupuk non organik yang hanya mendapatkan hasil gabah sebanyak 3-4 ton per hektare,” ujarnya.
Untuk sentra tanam terluas, lanjut Rahmat, meliputi Kecamatan Wanasalam, Malingping, Cibeber, Cipanas, Panggarangan, dan Cilograng.
“Ya, enam kecamatan itu selama ini cukup diandalkan dan menjadi sentra produksi padi terbesar di Lebak,” katanya.
Editor: Abdul Rozak











