C. Pemimpin Profesional & Amanah
Seorang pemimpin dalam melaksanakan kepemimpinannya harus mempunyai sifat antara lain : Adil, Suka melindungi, Penuh kepercayaan pada diri sendiri, Penuh inisiatif dan Mempunyai daya penarik. Selain mempunyai sifat lain diantaranya : Gotong royong, Dinamis, Sabar, Ulet dan Cerdas. Oleh karena itu seseorang dalam kepemimpinannya harus amanah dalam melaksanakan kepemimpinannya agar supaya yang dipimpinnya dapat mengikuti apa yang dilaksanakannya. Dalam Islam seorang pemimpin itu harus : Memiliki budi nurani yang baik, Berani, konsekkwen kalau memang benar, berani membela organisasi, Ramah tamah, Tak mempunyai perasaan takut, Fasih, lancar berbicara, Kuat jasmaniah, Pandai mengendalikan kuda (maju dengan cepat menjalankan pimpinan), Cakap menggunakan tombak, Ucapanucapannya harus dapat dipegang (janji harus ditepati).
Kepemimpinan disebut juga Leadership, sedangkan kepemimpinan istilah lain disebut juga management, Kepemimpinan adalah keseluruhan aktivitas tindakan untuk mempengaruhi serta menggiatkan orang dalam usaha bersama untuk mencapai tujuan. Moral berarti ajaran baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, akhlak, budi pekerti, susila, atau disebut jugakeyakinan dan sikap bathin dan bukan hal sekedar penyesuaian dengan aturan dari luar, moral yang berarti pelaksanaan kewajiban terhadap hukum, sedangkan hukum itutertulisdalam hati manusia, atau tekad untuk mengikuti apa yang dalam hati disadari sebagai kewajiban mutlak. Adapun indikator kepemimpinan meliputi: sifat kepemimpinan, gaya kepemimpinan, tugas kepemimpinan dan peran kepemimpinan. Keberhasilan dalam mencapai tujuan sebagian besar tergantung kepada kemauan pemimpin. Motivasi merupakan salah satu faktor yang penting dan menentukan dalam proses manajemen, oleh karena itu pimpinan harus berusaha agar yang dipimpinnya mempunyai motivasi yang tinggi untuk melaksanakan tugasnya. Kepemimpinan disebut juga Leadership, sedangkan kepemimpinan istilah lain disebut juga management, Kepemimpinan adalah keseluruhan aktivitas tindakan untuk mempengaruhi serta menggiatkan orang dalam usaha bersama untuk mencapai tujuan. dua macam Teori Kepemimpinan. Pertama, Teori sifat (Personal Qualitiestheory) yaitu kepemimpinan yang didasarkan pada sifat-sifat dan sikap tertentu yang merupakan pembawaan. Misalnya ketangkasan, kecepatan mengambil keputusan dan lain-lain. Kedua, Teori Situasi (Situational Theory), Seorang dapat menjadi pemimpin dalam situasi tertentu, karena kelebihannya yang dibutuhkan pada situasi tersebut. Moral berarti ajaran baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, akhlak, budi pekerti, susila, atau disebut jugakeyakinan dan sikap bathin dan bukan hal sekedar penyesuaian dengan aturan dari luar, moral yang berarti pelaksanaan kewajiban terhadap hukum, sedangkan hukum itutertulisdalam hati manusia, atau tekad untuk mengikuti apa yang dalam hati disadari sebagai kewajiban mutlak.
Dengan demikian moral sangat dibutuhkan oleh seorang pemimpin, pada prinsip moral humanisme ilmiah yang mengacu pada kebutuhan, kepentingan dan gagasan manusia yang timbuh dalam peradabannya. Untuk bisa bersaing dalam era globalisasi serta untuk terus aktif serta konsisten maka sebuah organisasi membutuhkan dukungan dari semua pihak yang terlibat dalam organisasi tersebut. Untuk mencapai kesuksesan organisasi diperlukan pemimpin yang mempunyai moralitas yang tinggi serta prestasi yang cemerlang. Oleh karena itu pemimpin dapat membantu memaksimalkan kepuasan kerja yang erat hubungannya dengan motivasi yang diberikan pimpinan kepada bawahannya. Organisasi perlu membangkitkan motivasi sesuai dengan pekerjannya masing-masing. Pengaruh motivasi akan memberikan keuntungan-keuntungan antara lain yaitu : dapat mengantisipasi adanya perubahan tugas, meningkatkan kepuasan kerja, meningkatkan keahlian kerja, mengurangi kesalahan dalam bekerja.
Dalam pembentukan moral kepemimpinan, maka beberapa hal yang menyebabkan orang mengikuti pemimpin, yaitu karena : Pertama, Naluri : Pada naluri ada aspek turun temurun. Sejak lahir manusia ada yang memimpin, dan mengikuti pemimpin, missal orang tua. Kedua, Kebiasaan : Bawahan harus mengikuti pemimpin. Secara tradisi seorang pemimpin harus dihormati, dan dihargai. Ketiga, Agama : Unsur agama merupakan dorongan yang kuat ke arah mengikuti pemimpin. Keempat, Ratio : Orang mengikuti pemimpin karena cocok dengan jalan pikirannya. Dan Kelima, Hukum : Dalam hal ini ada aspek terpaksa, orang ikut karena takut dihukum. Oleh karena itu seorang pemimpin dalam proses pembentukan moral berperan sebagai berikut :
- Hing ngarsa sung tulada (Ing ngarso asung tulodo); yaitu memberi suri teladan
yang baik dihadapan anak buah. - Hing madya mangun karsa (Ing madyo mangun karso); yaitu bergiat dan
menggugah semangat di tengah-tengah masyarakat. - Tut wuri handayani (ing wuri andayani); yaitu memberi pengaruh baik, dan
mendorong dari belakang kepada anak buah. - Waspada purbawisesa; yaitu mengawasi dan berani mengoreksi anak buah.
- Ambeg parama arta; yaitu memilih dengan tepat yang harus didahulukan.
Agar moral kepemimpinan tersebut dapat menjadi kenyataan diperlukan komitmen yang tinggi dari semua pihak, atasan dan bawahan, pemerintah dan masyarakat, koordinasi (alignment) yang baik, integritas, profesionalitas, dan etos kerja serta moral yang tinggi. Hal yang paling penting adalah harus ada keteladanan. Untuk itulah dikembangkan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas dan nyata, sehingga pemerintah dan pembangunan berlangsung secara berhasil guna, berdaya guna, bersih, bertanggung jawab, dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Seorang pemimpin dalam melaksanakan kepemimpinannya harus mempunyai sifat antara lain : Adil, Suka melindungi, Penuh kepercayaan pada diri sendiri, Penuh inisiatif dan Mempunyai daya penarik. Selain mempunyai sifatlain diantaranya : Gotong royong, Dinamis, Sabar, Ulet dan Cerdas. Oleh karena itu seseorang dalam kepemimpinannya harus amanah dalam melaksanakan kepemimpinannya agar supaya yang dipimpinnya dapat mengikuti apa yang dilaksanakannya. Dalam Islam seorang pemimpin itu harus : Memiliki budi nurani yang baik, Berani, konsekkwen kalau memang benar, berani membela organisasi, Ramah tamah, Tak mempunyai perasaan takut, Fasih, lancar berbicara, Kuat jasmaniah, Pandai mengendalikan kuda (maju dengan cepat menjalankan pimpinan), Cakap menggunakan tombak, Ucapanucapannya harus dapat dipegang (janji harus ditepati). Oleh karena itu pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya yang amanah harus bersifat demokratis, berada di tengah-tengah anggota kelompok, kepemimpinan yang demokratis ini diantaranya : Hubungan dengan anggota terjalin dengan baik, Berusaha mengadakan kerjasama, untuk mencapai tujuan bersama, Memperhatikan kepentingan dan kebutuhan kelompok, Menghargai kesanggupan dan kemampuan kelompoknya, Mau menerima saran-saran dan kritik membangun, Mempunyai kepercayaan pada diri sendiri, Menaruh kepercayaan pada anggota kelompok, Berusaha memupuk rasa kekeluargaan dan persatuan dan Mau menyerahkan sebagian kekuasaan dan membagi tanggung jawab. Selamat Dan Sukses
(Penulis adalah : Kepala Bidang Pendidikan Agama & Pendidikan Keagamaan Kanwil Kemenag Banten, Pimpinan Pondok Pesantren Fathul Adzmi Kabupaten Pandeglang & Penulis Buku Kepemimpinan Pendidikan Tranformasional)











