SUWE Ora Jamu menonjol di antara deretan kedai FnB kawasan M Bloc Space. Bukan karena paling mentereng, tapi sebaliknya. Paling jadul. Suwe Ora Jamu membuat kita seperti sedang pulang ke rumah eyang. Mulai pandangan pertama sampai saat sudah menyandarkan punggung di kursi yang sengaja tampil lawas.
Nova Dewi, CEO Suwe Ora Jamu, sengaja mengusung perabotan kuno pengisi kedai dari Solo, kota yang menjadi tempat tinggal eyangnya. Dia menghadirkan Suwe Ora Jamu sebagai displai kuno di distrik modern yang identik dengan kaum muda.
Suwe Ora Jamu di M Bloc Space hanyalah 1 di antara 10 kedai milik Nova. Ada tiga Suwe Ora Jamu lagi di Jakarta. Gerai lainnya masing-masing satu di Surabaya, Bali, Lombok, Pekanbaru, dan Banyuwangi. Yang istimewa, satu kedai lainnya terletak di Sydney, Australia. ”Saya ingin jamu punya tempat yang setara dengan minuman kekinian lain,” kata Nova kepada Jawa Pos, 8 Desember 2021.
Berdasar riset sejak 2012, Nova mengemas Suwe Ora Jamu sebagai minuman modern yang keren. Bukan hanya itu, Suwe Ora Jamu juga menyehatkan. Nova belajar langsung tentang berbagai macam herbal dan khasiatnya, berikut resep meramunya, secara khusus.
”Saya punya resep jamu dicampur kopi,” ujar perempuan kelahiran 1975 tersebut. Selain itu, dia menghadirkan varian beras kencur yang modern. Yakni, beras kencur slushy. Menambahkan soda dalam ramuan jamunya, Nova memperkenalkan jamu dalam kemasan kaleng dengan judul Sojamu.











