Fitron meminta kepada seluruh pengelola PAUD agar tidak mengikuti program pembelian buku karena dinilai tidak sesuai dengan aturan terutama dalam hal anggaran. Alangkah baiknya, dana digunakan untuk kepentingan lain yang lebih penting. “Jadi silakan PAUD untuk tidak melanjutkan pembelian buku dan anggaran bantuan operasional dari pemerintah pusat digunakan untuk kepentingan yang lebih penting,” katanya.
Fitron meluruskan, pesan yang disampaikan secara pribadi kepada Bupati Irna Narulita bukan untuk konsumsi publik karena hanya sebatas penyampaian informasi agar persoalan BOP PAUD segera diselesaikan. “WA chat saya tujukan khusus kepada Ibu Bupati (Irna Narulita-red) dan tidak ditunjukan kepada siapapun. Terkait pengkondisian BOP PAUD oleh oknum tertentu yang mengatasnamakan Bupati, dinas, bahkan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Saya sampaikan itu agar Ibu Bupati bisa menyampaikan kepada yang bersangkutan agar bisa dicegah,” katanya.
Fitron mengaku, hingga saat ini tidak pernah menyebarkan chat pribadi yang disampaikan kepada Bupati Irna Narulita kepada siapapun. “Sampai detik ini saya tidak menyampaikan apa pun kepada media massa, baru kali ini saya sampaikan. Tujuan saya hanya agar bisa dihentikan langsung oleh Ibu Bupati, bukan untuk disebarkan kepada yang lain,” katanya.
Inspektur Pembantu (Irban) Satu Inspektorat Kabupaten Pandeglang, Goenara Drajat mengatakan, usulan atau pesan yang disampaikan Fitron Nur Ikhsan bisa ditindaklanjuti oleh pihak terkait. “Iya pesan dan saran itu bagus dan bisa ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait,” katanya.
Sementara itu, Bupati Irna Narulita belum bisa dimintai keterangan karena sedang melakukan peninjauan program Jakamantul. Dihubungi melalui sambungan ponsel, namun Bupati belum merespons hingga tadi malam. (dib/air)











