Tiga bulan pertama, semua masih tampak indah. Menjelang enam bulan, Minah mulai merasa tak nyaman melihat suami setiap hari di rumah, sedangkan lelaki lain apalagi tetangga, sibuk bekerja. “Malu sama orangtua dan saudara, apalagi kita masih numpang lagi,” tukasnya.
Meski tak bekerja, tapi diakui Minah, mantan suaminya itu memang rajin ibadah. Malah, dalam situasi apa pun, saat sedang ribut atau marah, Maman selalu mengingatkan solat. “Waktu itu saya enggak peduli, nyuruh solat-solat tapi dia enggak bisa nafkahi saya,” kesalnya.
Hingga akhirnya, di tahun pertama rumah tangga mereka bercerai. Saat awal-awal sih Minah tak merasa kehilangan sama sekali, sampai suatu hari datang lelaki yang melamarnya. “Alhamdulillah dapat suami baru lagi,” akunya.
Tapi, setelah dijalani, suami barunya itu tak pernah solat. Minah merasa, meski ekonomi tercukupi tapi kalau ibadah tak dilakoni, semua terasa hambar. “Saya kangen diingetin solat lagi sama suami,” akunya.
Sabar ya Teh, semoga suami barunya bisa dapat hidayah. Amin. (drp/air)










