Dari tujuh UDD, pada tahun 2021 sebanyak 261.541 kantong darah telah didistribusikan kepada masyarakat melalui rumah sakit. “Tidak hanya untuk masyarakat di Banten, bahkan luar provinsi. Tahun lalu sebanyak 5.063 kantong darah plasma konvalesen didistribusikan saat pandemi Covid-19, termasuk pelayanan vaksinasi,” ujar Tatu.
Tepat pada usia 19 tahun, PMI Banten mendapat kado terindah dari Pemprov Banten, yakni permohonan hibah lahan dan Gedung PMI Banten yang ditempati sejak 2012, dikabulkan Pemprov Banten. “Tentu ucapan terima kasih, khususnya untuk DPRD Banten dan Gubernur Banten yang telah memberikan dukungan penuh kepada PMI Banten,” ujarnya.
Pada Muker di Markas PMI Banten tersebut, Tatu menyerahkan bantuan PMI Banten secara simbolis kepada PMI kabupaten dan kota berupa tiga unit mobil operasional untuk UDD Kabupaten Lebak, Lebak, dan Pandeglang. Kemudian peralatan UDD untuk PMI Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan, biaya pendidikan D3 PTTD Untuk UDD PMI Kota Cilegon, serta menerima Bantuan Pelatihan Siaga bencana berbasis masyarakat untuk PMI Kota Serang.
Tatu juga secara simbolis menerima donasi dari PT Chandra Asri Petrochemical sebanyak 500 selimut dan 3 unit tenda bencana, serta bahan material untuk sekolah dan musala. Bantuan tersebut akan disalurkan kepada korban gempa Pandeglang yang terjadi beberapa pekan lalu.
Menurut Tatu, segala prestasi dan kinerja PMI Banten, bisa dilaksanakan berkat dukungan Pemprov Banten, DPRD Banten, PMI pusat, dan PMI kabupaten dan kota hingga tingkat relawan. “Untuk para ketua dan jajaran pengurus PMI kabupaten/kota, mari terus semangat. Tetap kompak menuju PMI yang hebat dan maju bersama dalam kebersamaan,” ujarnya.
Ketua Bidang Organisasi PMI Pusat Muhammad Muaz mengapresiasi kinerja PMI Banten. Dari penilaian kapasitas organisasi, PMI Banten merupakan salah satu yang terbaik dari 34 pengurus provinsi di Indonesia. “Tentu PMI Banten terus berproses meningkatkan kemajuan untuk kepentingan kerja-kerja kemanusiaan ke depan,” ujarnya. (Aas)










