JAKARTA – Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid mengungkap, ada 198 pondok pesantren (Ponpes) di Indonesia terindikasi terafiliasi dengan jaringan terorisme. Data tersebut di peroleh BNPT setelah dilakukan evaluasi dan analisasi dengan melibatkan tokoh agama melalui forum gugus tugas pemuka agama BNPT.
Dalam konteks pelibatan pesantren, BNPT telah melakukan silaturrahmi kebangsaan dengan mengunjungi pesantren di berbagai wilayah di Indonesia secara berkala.
Menurutnya, apa yang dilakukan BNPT sudah sesuai data sebagai upaya pendeteksian dini dan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya radikalisme.
“Bahaya radikalisme dan terorisme yang telah melakukan infiltrasi dan kamuflase di tengah masyarakat dalam beragam bentuk dan kanal,” jelas Nurwakhid dalam keterangannya, Senin, (31/1)











