Pada kesempatan itu, ia juga mengungkapkan bahwa 22 pasien Covid-19 varian Omicron di Banten telah dinyatakan sembuh. Saat ini, tinggal dua pasien Covid-19 varian Omicron yang tersisa di Banten dan sedang menjalani isolasi mandiri (isman).
Hingga kemarin, total di Banten terdapat 24 kasus Covid-19 varian Omicron di Banten. Kasus varian baru tersebar di Kota Tangerang sebanyak lima orang dan di Kota Tangerang Selatan 19 orang. Sementara untuk kasus probable atau yang mengarah ke Omicron ada 719 yang tersebar di 8 kabupaten dan kota di Banten.
Untuk itu, Ati meminta kepada masyarakat untuk selalu disiplin melaksanakan protokol kesehatan (prokes). Ia juga mengimbau agar masyarakat mengikuti program vaksin dosis pertama dan kedua bahkan ketiga agar meringankan gejala jika terpapar Covid-19. “Jika gejala ringan, maka menurunkan angka kematian, jadi vaksin Covid-19 bukan kita terhindar. Tapi, menurunkan gejala,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Banten Wahidin Halim meminta mengintensifkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan mengoptimalkan fungsi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di masing-masing lingkungan, baik pada tingkat kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan dan desa, serta Rukun Tetangga (RT)/Rukun Warga (RW).
Selain itu, ia juga meminta memperkuat kapasitas ruang isolasi terkonsentrasi (SOTER) untuk mengantisipasi lonjakan jumlah kasus beserta SDM dan logistik pendukung seperti obat dan oksigen. “Memperkuat kapasitas tempat tidur rumah sakit untuk mengantisipasi lonjakan jumlah kasus yang meliputi ruang perawatan isolasi dan ruang ICU (intensive care unit) beserta logistik pendukung seperti obat dan oksigen,” tegas gubernur yang akrab disapa WH ini. (nna/alt)











