Kata Farach, secara lisan Kepala DLH Kota Tangsel menyampaikan akan ada pengurangan jumlah volume sampah pada tahun 2022 ini dibandingkan dengan tahun 2021 saat pertama kali Kota Tangsel membuang sampah ke TPAS Cilowong. “Kalau sebelumnya sampah yang dibuang Kota Tangsel mencapai 400 ton per hari namun pada tahun ini diperkirakan jumlahnya akan berkurang menjadi 280 ton per hari,” terangnya.
Kata Farach, pengurangan volume sampah itu tidak akan berpengaruh pada PKS sebelumnya dibuat dan disetujui antar dua Pemkot tersebut. Apalagi, dalam PKS tidak disebutkan jumlah pasti sampah yang dibuang. “Kan, bunyi PKS-nya itu sampai dengan 400 ton. Jadi, kalau kurang tidak ada masalah,” katanya.
Sekretaris DLH Kota Serang Roni Yurani mengatakan, apabila PKS dengan Pemkot Tangsel akan berjalan Maret tahun 2022. Ia mengatakan, kerja sama akan berjalan setelah kedua kepala daerah bertemu. “Kalau tidak ada halangan Maret tahun 2022 ini kembali jalan,” katanya.
Disinggung terkait pengurangan volume pengiriman sampah, Roni menjelaskan, dengan pengurangan volume sampah maka berkurang pula jumlah retribusi yang masuk. “Dampaknya hanya pada retribusi yang akan didapatkan Pemkot Serang. Karena memang, retribusi dihitung dari jumlah sampah yang dibuang ke TPAS Cilowong,” terangnya. (fdr/nda)










