SERANG-Kasus Covid-19 di Banten semakin meningkat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, pada Sabtu (12/2), tercatat penambahan kasus per hari mencapai 7.283 kasus.
Kepala Dinkes Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti mengatakan, Pemprov Banten telah menyiapkan 3.019 tempat tidur untuk isolasi di rumah sakit dengan tingkat keterisian (BOR) saat ini mencapai 47 persen. “Pemprov Banten sendiri siap menambah tempat tidur apabila diperlukan. Kami siap 6 ribu bed,” ujar Ati, kemarin.
Sementara, lanjutnya, untuk tempat tidur isolasi terkonsentrasi mencapai 1.313 tempat tidur dengan tingkat keterisian 56,43 persen. Namun, dari delapan kabupaten/kota, hanya empat yang memiliki rumah isolasi terkonsentrasi yakni wilayah Tangerang Raya yaitu Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang. Selain itu, Kabupaten Lebak juga sudah memiliki. Sedangkan empat daerah lainnya terus didorong untuk menyediakan fasilitas itu.
Kata dia, apabila masyarakat bergejala ringan tapi ada komorbid maka disarankan rawat di tempat isolasi terkonsentrasi yang telah disediakan oleh pemerintah daerah. “Mayoritas mereka yang terpapar Covid-19 varian Omicron tidak menimbulkan gejala sampai bergejala ringan sehingga dapat melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing,” terang Ati.
Meskipun begitu, lanjutnya, tidak semua pasien Covid-19 yang tidak bergejala dan bergejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri, lantaran ada beberapa persyaratan yang membolehkan pasien untuk melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Di antaranya tempat tinggal yang memadai, usia kurang dari 47 tahun, dan tidak memiliki penyakit penyerta atau komorbid.











