Terkait ide besarnya menjadikan Desa Kadu Genep sebagai desa wisata, suami dari ASN yang bekerja di Dinas Kesehatan Kabupaten Serang ini, akan berkomunikasi dengan Ketua DPD Kadugenep Oji Sahroji, para pengrajin dan segenap tokoh masyarakat. Merumuskan dan membuat konsep agar rencana pembentukan Desa Wisata terarah dengan baik.
Selain itu, dirinya juga berharap agar puluhan rumah kumuh di desanya mendapat perhatian dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Tata Ruang. “Sampe sekarang masih ada puluhan rumah kumuh fi desa kami yang perlu mendapat perhatian dinas terkait. Ini (rumah rumah kumuh) masih menjadi PR kami,” pungkasnya.
Mengenai awal mula kerajinan tas di desanya, Aopidi dan masyarakat Kadugenep tak bakal melupakan jasa Rohman, kepala desa sebelum dirinya. “Beliau yang memelopori. Beliau yang merintis kerajinan tas di Kadugenep,” katanya.
Rohman sendiri saat masih menjadi Kades Kadugenep pernah diwawancarai Radar Banten dan beritanya terbit pada radarbanten.co.id edisi Senin, 24 September 2018.
Efek domino yang bakal diperoleh dengan adanya Desa Wisata diyakini akan memberikan kesejahteraan bagi warga. Akan muncul usaha usaha pendukung. Misalnya kuliner, homestay di rumah warga dan souvenir selain tas. Aopidi juga berencana menggandeng Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata. Untuk mendidik pemuda pemudi setempat menjadi pemandu wisata yang mempunyai standar kepariwisataan. (m widodo)











