SERANG – Bendahara Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Provinsi Banten sekaligus mewakili generasi milenial, Sri Rani Anggraeni, mendeklarasikan diri sebagai bakal calon anggota legislatif Provinsi Banten. Perempuan kelahiran Binuang 14 Februari 1990 ini siap berkontestasi pada Pileg 2024 di daerah pemilihan Kabupaten Serang.
Deklarasi dilakukan di rumah aspirasi Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Banten Bahrul Umum, Kampung Ciguha, Desa Carenang, Kecamatan Carenang, pada pekan lalu.
Kata Rania, panggilan akrab Sri Rani Anggraeni, mendeklarasikan sebagai bakal caleg Partai Golkar sebagai salah satu bentuk keseriusan dirinya maju pada Pileg 2024.
“Harus mempersiapkan dengan matang, baik dari segi perencanaan dan waktu sosialisasi kepada masyarakat. Ada tahapan-tahapannya, seperti pelaksanaan deklarasi dilakukan pada awal tahun 2022,” ungkap Rania.
Bendahara Kosgoro 1957 Provinsi Banten periode 2021-2026 ini optimistis meniti karier politik di Partai Golkar. Partai besar dengan struktur pengurus hingga ke tingkat desa. Memiliki program kaderisasi yang memberikan peluang besar kepada para kadernya untuk berkarier di politik, termasuk kepada para perempuan.
“Ada kuota 30 persen caleg perempuan merupakan peluang dan kesempatan yang harus dimanfaatkan secara maksimal. Saya bukan sekadar melengkapi kuota itu, saya serius ingin mengambil peluang itu,” ungkap Rania.
Karena itulah, Rania yang awalnya hanya sekadar menjadi simpatisan kini termotivasi untuk berjuang bersama di Partai Golkar. “Sudah lama saya jatuh hati pada Golkar. Sebagai kader, saya turut menjadi pengurus Kosgoro Banten. Saya terus belajar mengembangkan diri dalam berorganisasi. Kini langkah saya ingin lebih luas lagi, maju sebagai caleg pada Pileg 2024,” ungkap Rania.
Suaminya, H. Rd. Raditya Warman Hadiningrat, yang mendukung penuh terjun ke panggung politik menjadi motivasi terbesar bagi Rania. Begitu pula dukungan dari keluarga besar.
“Support besar datang dari suami ketika saya berniat jadi calon legislatif Banten dari Partai Golkar di dapil Kabupaten Serang,” ungkap Rania.

Sebelumnya, kata Rania, sejak lulus kuliah di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten tahun 2015, hanya berkecimpung di bidang sosial kemasyarakatan dan menjalankan perusahaan bersama suami. Ia mengakui ada dinamika yang berbeda ketika bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan bidang usaha dengan dunia politik. Hal itu justru menjadi tantangan dan motivasi untuk terus belajar.
“Di kegiatan sosial kemasyarakatan sudah terbiasa. Alhamdulillah, latar belakang pendidikan pesantren menjadi bekal saya aktif di masyarakat dan terasa lebih mudah,” ungkap Rania.
Dulu, kata Rania, sekolah di MTs dan Madrasah Aliyah Ponpes Daar El-Qolam, Gintung. Kemudian melanjutkan ke UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten dan menyandang gelar sarjana pendidikan pada 2015. “Sekolah dasarnya di SD Negeri Cereme, Binuang,” lanjut Rania.
Berbekal pendidikan pesantren dan sarjana pendidikan, Rania merasakan aspek pendidikan sangat penting bagi masyarakat Banten untuk maju dan meningkatan taraf hidupnya. Termasuk bagi para perempuan.
“Karena itu perempuan harus hadir di parlemen agar aspirasi perempuan dan pemberdayaan perempuan diperjuangkan langsung oleh kaumnya,” ungkap Rania.










