Baca Juga : Daftar Penceramah Radikal: Ada yang dari Serang, Banten
“Kita tidak ada kebencian kepada pemerintah, kita sayang kepada pemerintah, kita ingin mengajak pada kebaikan, kalau orang Islam ingin hidup di bawah naungan syariat Islam tidak masalah kan?” ujarnya.
Di samping itu, ia menyadari jika sering vokal mengkritik kebijakan pemerintah. Menurutnya, hal itu bisa jadi menjadi salah satu alasan dirinya masuk pada daftar Badan Nasional Penanggilangan Terorisme (BNPT) itu.
“Kalau kita lihat hari ini ada upaya untuk memberangus gerakan dakwah dan penceramah yang dianggap vokal dan sering mengkritik kebijakan pemerintah, tidak sejalan dengan pemerintah. Yang seperti ini di setiap rezim juga ada,” ujarnya.
Kemudian, menurutnya ceramah-ceramah yang ia sampaikan di media sosial dinilai sebagai muatan radikal. Padahal, ia mengaku hanya mengulas tafsir dari para ulama saja. “Kita hanya memberikan pengetahuan saja yang memang sumbernya ada di kitab-kitab karya ulama, tidak lebih dari itu,” ucapnya.
KH Yasin mengaku baru kali ini namanya masuk pada daftar penceramah radikal di BNPT. Ia juga mengaku belum pernah kedatangan dari BNPT untuk mengklarifikasi hal itu. “Bagi saya terserah penilaian mereka seperti apa, dalam perjalanan dakwah hal yang seperti ini sudah biasa,” pungkasnya.
Reporter: Abdul Rozak
Editor : Aas Arbi











