“Kenapa kanda memalingkan wajah? Bukannya wanita itu memanggil-manggil nama kanda?” tanya istrinya.
“Bukan dinda, perempuan tua itu bukan ibu kanda. Ibu kanda cantik dan kaya raya. Tidak seperti nenek yang miskin dan keriput itu,” jawab Dampu Awang.
Lantas Dampu Awang membentak perempuan tua itu. Ia minta perempuan tua itu pergi darinya. Ia mengatakan tidak mempunyai ibu seperti nenek tua itu.
Perempuan tua itu bagai disambar petir. Kaget bukan kepalang diperlakukan seperti itu oleh anak kandungnya. Ia menangis terisak. Hatinya teriris-iris. Ia duduk bersimpuh. Berdoa kepada Tuhan yang Maha Esa.
“Ya Tuhan, kalau memang pemuda itu bukan anak hamba, biarkanlah dia pergi. Tapi, kalo dia putra hamba, berikanlah ia pelajaran karena telah menyakiti hati ibu kandungnya sendiri,” pinta ibu Dampu Awang.










