PANDEGLANG, RADARBANTEN.COM – Upaya pelestarian warisan leluhur kembali menjadi sorotan setelah Camat Saketi, Muhadi, melakukan kunjungan langsung ke situs purba di Kampung Pamatang, Desa Mekarwangi, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang.
Situs tersebut terdiri dari tiga batu bersejarah yang diyakini memiliki nilai kultural dan spiritual tinggi. Ketiganya berbentuk Lingga Yoni, Bayi Ganesha, dan Ganesha – sosok dewa dalam ajaran Hindu yang melambangkan kebijaksanaan dan penghilang rintangan.
“Situs purba ini dikaitkan cerita rakyat yaitu Legenda Gajah Gumarang,” kata Camat Muhadi kepada Radar Banten, Sabtu 21 Juni 2025.
Meski belum ada naskah tertulis atau bukti arkeologis resmi, keberadaan batu-batu ini masih hidup dalam ingatan kolektif masyarakat, yang diwariskan secara turun-temurun melalui cerita lisan.
“Hanya berupa cerita lisan saja,” tambah Muhadi.
Menurut warga setempat, situs ini dikaitkan dengan tiga versi cerita rakyat yang semuanya bermuara pada kisah kerajaan kuno Salakanagara dan tokoh legendaris Ratu Arcamanik, Gajah Gumarang, serta Gajah Barunang. Cerita tersebut mengangkat tema cinta, penolakan, hingga peperangan yang melibatkan tokoh-tokoh simbolis dalam peradaban lokal.
Warga Saketi, Umayah, mengungkapkan bahwa situs ini sempat ramai dikunjungi pada tahun 2021 karena diyakini memiliki kaitan dengan sejarah Kerajaan Salakanagara.
“Saat itu dikaitkan dengan Kerajaan Salakanagara. Namun sampai sekarang ini belum ada tindak lanjut penelitian dan melindungi situs tersebut apabila memang berkaitan dengan Kerajaan Salakanagara,” ujarnya.
Sejauh ini, belum ada tindakan konkret dari lembaga kebudayaan atau arkeologi untuk melakukan penelitian mendalam ataupun perlindungan resmi terhadap situs tersebut.
Kunjungan Camat Saketi dinilai sebagai langkah awal penting untuk mendorong pelestarian dan pengakuan situs purba sebagai bagian dari identitas sejarah lokal Pandeglang.
Editor : Merwanda











