RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 160 warga Kota Tangerang Selatan sudah mengikuti program Keluarga Berencana (KB). Mereka rata-rata perempuan berusia 30 tahun yang telah memiliki anak.
Kepala seksi Pembinaan Kesertaan Ber-KB pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB) Kota Tangsel Dr. Aryo Darmawan mengatakan, saat ini pihaknya menggencarkan program KB untuk mencari calon akseptor baru (warga yang mengikuti gerakan program KB).
“Jadi kami datang ke tiap Kelurahan, menggelar program KB, dan mengajak calon akseptor untuk ikut program KB,” ujarnya, Kamis 10 Maret 2022.
Hingga bulan Maret tahun ini, sudah empat lokasi Kelurahan dikunjungi. “Target kami di tahun ini 24 rencana kegiatan selesai, ” jelasnya.
Menurut Aryo, terdapat tujuh jenis program kontrasepsi massal yang bisa dipilih oleh calon akseptor. Diantaranya, IUD (Intra Uterine Device) atau alat kontrasepsi dalam rahim, implan atau susuk, suntik 1 bulan, suntik 3 bulan, pil, kondom bagi pria dan steril wanita/pria.
Kendati demikian, yang menjadi fokus pihaknya dari tujuh macam program kontrasepsi ini adalah IUD dan Implan atau susuk. Untuk IUD dalam prosesnya, akseptor akan dimasukkan alat kontrasepsi di lengan atas. Alat kontrasepsi tadi akan mengeluarkan hormon yang dapat menghambat proses pembuahan sel telur.
Sementara untuk implan atau biasa disebut susuk adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam vagina untuk menahan sperma masuk ke dalam dinding rahim. “Nah, dalam kegiatan ini kami melaksanakan dua program ini. Karena kami fokusnya ke MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang-red),” jelasnya.
Aryo menargetkan tahun ini sebanyak 1.200 warga Kota Tangsel mengikuti program KB. “Target kami 50 akseptor pakai program IUD dan 50 akseptor pakai program implan per-satu pelaksanaan kegiatan. Jadi di tahun ini kami menargetkan 1.200 akseptor baru,” tandasnya.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Mastur











