SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) menargetkan 4.000 akseptor program Keluarga Berencana (KB) tahun ini.
Pelayanan KB ini digelar gratis dan serentak di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk 16 puskesmas yang tersebar di wilayah Kota Serang.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2025 dan bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengendalian kelahiran.
Beragam metode kontrasepsi ditawarkan, mulai dari metode jangka pendek seperti pil dan suntik, hingga metode jangka panjang seperti implan, IUD, serta sterilisasi pria dan wanita.
Kepala DP3AKB Kota Serang, Anton Gunawan, merinci target 4.000 akseptor tersebut. Ia menjelaskan, target ini mencakup implan: 1.603 akseptor, suntik: 1.582 akseptor, pil 1.023 akseptor, IUD 293 akseptor kondom, 132 akseptor, metode Operasi Wanita (MOW), dan Metode Operasi Pria (MOP) 60 akseptor.
“Pelayanan ini diberikan secara gratis dan dilaksanakan serentak di 16 puskesmas serta fasilitas kesehatan lainnya mulai 16 hingga 30 Juni,” ujar Anton pada Rabu, 25 Juni 2025.
Tantangan Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP)
Meskipun program KB terus digencarkan, Anton mengakui bahwa penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) masih belum optimal. Ia menyebutkan bahwa masyarakat cenderung lebih memilih metode jangka pendek seperti suntik dan pil.
Salah satu penyebab rendahnya penggunaan MKJP adalah minimnya pemahaman masyarakat serta masih banyaknya informasi keliru tentang efek samping KB.
“Masih ada yang percaya kalau KB bisa menyebabkan kanker atau membuat gemuk. Padahal itu tidak benar,” tegas Anton, meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.
Editor: Aas Arbi











