PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 1.443 akseptor (pasangan usia subur) mendapatkan layanan Keluarga Berencana (KB) gratis di Kabupaten Pandeglang.
Pelayanan KB dan kesehatan reproduksi ini digelar di tiga pasar tradisional di wilayah Pandeglang.
Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Pandeglang, Heni Supiani, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan akses lebih luas terhadap layanan KB dan kesehatan reproduksi.
“Iya, pelayanan KB gratis ini dilakukan serentak di tingkat Provinsi Banten tahun 2025. Untuk di Pandeglang, kegiatan digelar di Pasar Cimanuk, Pasar Pandeglang, dan Pasar Majasari,” kata Heni pada Jumat, 28 Februari 2025.
Heni menjelaskan, target akseptor di Pandeglang untuk Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) sebanyak 150 orang, sementara non-MKJP mencapai 775 orang.
Lebih lanjut, total akseptor yang terlayani dalam program ini terdiri dari pemasangan IUD sebanyak 88 akseptor, implan 155, suntik 402, pil 558, dan kondom 240, dengan total keseluruhan mencapai 1.443 akseptor.
“Kenapa kita lakukan di pasar, karena kita menyisir untuk mencari calon akseptor sekaligus untuk mengajak mengikuti KB, sasaran ke ibu-ibu tapi kita sosialisasikan di pasar ke semua ke laki-laki juga untuk menawarkan KB pria,” ucapnya.
Ia menuturkan, layanan keluarga berencana (KB) gratis ini mendapat respons antusias dari masyarakat. Kegiatan yang berlangsung serentak se-Banten ini memberikan akses tanpa biaya untuk semua jenis kontrasepsi.
“Iya, kalau di luar kan misalnya di bidan mandiri, suntik KB itu ada biaya jasanya. Nah, kalau di sini gratis, makanya banyak yang datang,” tuturnya.
Heni menyebut, dari berbagai metode KB yang tersedia, mayoritas akseptor lebih memilih implan.
“Kebanyakan pilih implan. Mungkin mereka merasa lebih nyaman, ya balik lagi ke pilihan masing-masing,” katanya.
Ia menambahkan, program ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana.
“Alhamdulillah, respons masyarakat sangat antusias. Kita juga melibatkan tim medis dari puskesmas untuk memastikan pelayanan optimal,” tambahnya.
Dengan adanya program ini, Heni berharap kesadaran masyarakat Pandeglang terhadap pentingnya KB semakin meningkat.
“Saya rasa masyarakat Pandeglang sudah paham pentingnya ber-KB,” harapnya.
Sementara, salah satu warga Pandeglang Fitri mengaku terbantu dengan adanya layanan ini karena tidak perlu mengeluarkan biaya untuk KB.
“Ya, ini sangat membantu saya untuk ber-KB, karena penting juga untuk keberlangsungan kesehatan,” kata Fitri.
Ia berharap program serupa dapat terus diadakan di masa mendatang agar semakin banyak masyarakat yang bisa mengakses layanan KB tanpa biaya.
“Sangat bermanfaat bagi kami, khususnya perempuan atau istri, untuk menjaga kesehatan dan hal lainnya,” tandasnya.
Editor: Agus Priwandono











