“Jadi bukan hanya lewat manual saja, kita manfaatkan juga melalui online. Sehingga tidak monoton jualannya. Tentunya kita latih agar mereka dalam memasarkan produknya lebih modern,” katanya.
Untuk mengembangkan usaha, Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinkop dan UMK menyediakan permodalan berupa pinjaman dengan bunga 0 persen untuk pelaku usaha.
“Untuk pelaku usaha perintisan pinjaman mulai dari Rp 1-3 juta sedangkan untuk penguatan dari Rp 3-5 juta. Pinjaman modal ini diharapkan dapat membantu dan mengembangkan usahanya,” tuturnya.
Ia berharap, dengan pelatihan fasilitasi ini produk-produk UMKM khususnya di Kota Cilegon bisa go international.
“Makanya kita beri pelatihan ini agar mereka dapat meningkatkan usahnya dari produk dan pemasarannya,” tutupnya.*
Reporter : Rajudin
Editor : Aas Arbi











