Pada pukul 11.10 WIB, terjadi erupsi dengan tinggi kolom 1.000 meter di atas puncak atau 1.157 meter di atas permukaan laut, berwarna putih-kelabu tebal dan mengarah ke selatan.
“Hingga saat ini erupsi menerus masih berlangsung dengan tinggi kolom erupsi 500 sampai 1.000 meter dari puncak. Amplitudo getaran tremor masih berfluktuasi dengan kecenderungan mengecil,” katanya, Kamis (24/3/2022).
Ia menjelaskan, kegempaan GAK selama 1 sampai 24 Maret 2022 ditandai dengan terekamnya gempa-gempa vulkanik dan gempa permukaan yang berasosiasi dengan pergerakan fluida, yakni magma dan gas.
“Kenaikan energi aktivitas vulkanik yang dicerminkan dari nilai RSAM (Real-time Seismic Amplitude Measurement) yang menunjukkan pola fluktuasi dengan kecenderungan relatif meningkat sejak membesarnya amplitudo maksimum tremor menerus pada tanggal 23 Maret 2022,” ungkapnya.
Kata Nia, data pemantauan secara visual dan instrumental mengindikasikan bahwa GAK masih berpotensi erupsi.











