Tak jarang, hari libur yang seharusnya untuk keluarga pun, ia gunakan untuk berinteraksi dengan warga yang tengah gotong royong. “Beberapa kali saya ikut mencangkul di Baladika. Warga pada tau. Sehingga warga yang tadinya tidak ikut bergotong royong, jadi ikut gotong royong karena malu ada Pak Camatnya,” ujar lulusan IPDN yang selalu tampil rapi ini.
Hasil kerja kerasnya itu memang pantas mendapat acungan jempol. Saat menjadi Camat Taktakan, Taktakan menyabet juara umum LKRA 2020.
Begitu juga, saat dirinya dipindahtugaskan menjadi Camat Serang, ia lakukan hal yang sama. Kecamatan Serang meraih nominasi juara terbanyak dalam LKRA 2021. Yakni 9 nominasi juara. Padahal, tahun sebelumnya, Kecamatan Serang hanya meraih satu nominasi.
Saat mendapat amanah tugas baru, sebagai Kepala DLH, jebolan S-2 Administrasi Pemerintagan ini berpikir keras, agar program di dinasnya ada titik temunya dengan dinas terkait lainnya. Ia rancang program yang efektif untuk mendapat hasil maksimal dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pertama yang ia lakukan adalah penanganan sampah. Ia akan menangani sampah secara terprogram dan melibatkan pihak-pihak terkait.
Sesuai janjinya pada saat Rakor LKRA 2022 di Kantor Walikota Serang, Februari silam, instansinya DLH Kota Serang, akan mengambil porsi besar terkait penanganan sampah guna mendukung suksesnya Lomba Kampung Resik dan Aman tersebut.












