Amarullah menjelaskan, pada lantai-lantai bawah gedung, pihaknya juga membangun guess house (tempat penginapan) yang dikelola seperti hotel, di bawahnya lagi ada laboratorium fakultas, puluhan ruang kelas mahasiswa, ruang publik dan area parkir.
Gedung 19 lantai ini sendiri dalam sejarahnya telah dicanangkan pada era kepemimpinan rektor pertama UMT Ahmad Badawi. Proses pembangunan gedung yang menghabiskan biaya sekitar Rp 150 miliar ini sudah berjalan 1 tahun 7 bulan.
Amarullah menegaskan, upaya membangun gedung 19 lantai ini adalah komitmen UMT untuk memberi layanan pendidikan terbaik untuk mahasiswa, sekaligus sebagai simbol kebanggaan mahasiswa.
“Pembangunan gedung 19 lantai ini tak lepas dari komitmen kita untuk melayani mahasiswa kita, sehingga apa yang mereka inginkan mendapat fasilitas dari kampus terpenuhi,” jelasnya.











