Keberagaman pendapat dan informasi pada media sosial menumbuhkan riak perbedaan yang mengarah kepada gejolak sosial lintas masyarakat, kelompok maupun organisasi masyarakat yang menumbuhkan embrio silang pendapat berskala nasional yang bisa mempengaruhi kebijakan politik, tokoh lintas profesi, lintas politik, dan tokoh masyarakat.
Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) harus menerima keberagaman (pluralitas) untuk hidup secara harmoni pada tatanan masyarakat Indonesia yang majemuk.
Inilah bagian dari wujud komitmen kebangsaan FKPPI yang menjadi watak dan jati diri FKPPI. Oleh karenanya itu, sebagai ‘die-hard’ kebangsaan Indonesia , FKPPI harus senantiasa menjaga dan memperkuat watak dan jati diri ini sebagai atribut keunggulan yang akan senantiasa diasosiasikan oleh masyarakat.
Dengan sikap dasar seperti ini dan didorong oleh semangat bela negara inilah FKPPI ada dan menjadi organisasi “bela negara” yang matang dengan anggotanya tersebar di seluruh pelosok Tanah Air. Kemudian “mumpuni” dari sisi kejuangan, pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan Negara, tingkat pendidikan, posisi penting dan strategis di berbagai cabang kekuasaan dan bidang kehidupan. Dengan modal sosial yang dimiliki ini, FKPPI selalu siap berkontribusi tidak saja dalam mengisi pembangunan, melainkan juga dalam menjaga kebangsaan Indonesia, membela kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI, serta keselamatan bangsa sebagai perwujudan bela negara.











