Penguatan kapabilitas internal melalui pembenahan organisasi dan kaderisasi yang diarahkan untuk memperkuat karakter bela negara FKPPI baik secara individual maupun secara kolektif. Sedangkan peningkatan kapabilitas eksternal diarahkan untuk penguatan hubungan emosional dengan pembina TNI/Polri, peningkatan kerja sama kelembagaan serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan melalui bela negara sebagai bagian yang menjamin “ownership” dan membentuk “sense of citizenship” yang sangat diperlukan dalam proses pembangunan. Karena partisipasi juga merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat “social empowerment” dalam rangka membangun rasa tanggung jawab masyarakat. Untuk melahirkan rasa tanggung jawab masyarakat perlu masyarakat itu sendiri dijadikan Subyek dalam pembangunan ( Manshuri dan Rao, 2011) “Participatory Development Reconsidered”
Untuk menjadikan masyarakat sebagai subyek pembangunan, perlu dikembangkan model pembangunan yang bertumpu pada komunitas (community driven development) . Adapun komunitas yang sangat dekat dan mempunyai hubungan kuat dengan TNI-Polri adalah seluruh Keluarga Besar TNI-Polri termasuk FKPPI, yang secara kelembagaan memiliki modal sosial yang dimiliki TNI-Polri. Oleh karena itulah, FKPPI sebagai komunitas Bela Negara terpanggil menjadi bagian dari solusi memecahkan berbagai permasalahan “sistem senjata sosial” untuk kepentingan pertahanan negara.
Disarikan dari Pidato Sambutan Ketua Umum FKPPI Pusat Pontjp Sutowo pada pelantikan Pengurus FKPPI Pusat 2021-2026, Minggu, 30 Maret 2022, oleh Dr. Ir. Rd. Deden Syaiful Achyar, M.Sc., Badan Daerah Bela Negara FKPPI PD 27 Banten











