Masjid Baitul Arsyi ini terbuat dari bahan kayu yang memiliki tiga pintu serta jendela dengan jumlah tiang kayu penyangga atapnya sebanyak 10 tiang.
Salah satu warga Kampung Pasir Angin, H Saprudin mengatakan, Masjid Baitul Arsyi ini masuk dalam bangunan cagar budaya. “Bentuk bangunannya masih asli tidak ada yang dirubah. Karena memang belum pernah dilakukan pemugaran,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis (7/4).
Menurutnya, pemugaran tidak dapat dilakukan karena memang bangunannya masih kokoh dan kuat. Sehingga warga juga masih ingin mempertahankan keasliannya.
“Adapun saat ini, yang dilakukan berupa perluasan bangunan saja. Namun tanpa membongkar atau merubah bangunan aslinya,” katanya.
Ketika ditanya, kapan masjid kuno Baitul Arsyi dibangun, Saprudin mengatakan, terkait sejarah masjid tidak ada yang mengetahuinya secara pasti tahun berapanya. Warga sini hanya mengetahui bahwa masjid ini peninggalan dari Syekh Karan.










