LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, tidak menyurutkan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRR Lebak.
Pantauan di lapangan, mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus, yakni HMI MPO, HMI Dipo, PMII, GMNI, dan KAMMI melakukan long march di Jalan RT Hardiwimangun, Jalan Iko Jatmiko, dan Jalan Alun-alun Barat Rangkasbitung. Dari depan masjid Agung Al-Araf, para mahasiswa menuju gedung DPRD Lebak.
Hujan deras kemudian mengguyur Kota Rangkasbitung. Para mahasiswa tetap bertahan dan mendapat pengawalan dari aparat kepolisian. Sementara itu, sejumlah anggota intelijen dari kepolisian dan TNi memlihi berteduh di Alun-alun Rangkasbitung.
Massa aksi yang bertahan di depan gedung wakil rakyat tetap berorasi dan menyampaikan tujuh tuntutan mahasiswa Lebak.
Dalam flyer yang dibagikan di media sosial, mahasiswa yang akan turun aksi berasal dari organisasi HMI MPO Cabang Lebak, HMI Cabang Lebak (Dipo), PMII Cabang Lebak, KAMMI, dan GMNI Cabang Lebak.
Adapun tuntutan mahasiswa dalam aksi tersebut, yaitu:
- Tolak IKN
- Mendorong Polres Lebak membentuk Satgas untuk memberantas mafia prnimbun minyak goreng dan BBM.
- Mendorong Pemkab Lebak menggelar operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dan BBM.
- Tindak tegas oknum yang membuat kegaduhan penundaan pemilu.
- Menuntut DPRD Lebak menolak kenaikan harga BBM dan menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi.
- Mengkaji ulang kenaikan PPN 11 persen.
- Meminta Pemkab Lebak untuk andil dalam menyelesaikan konflik agraria.(*)
Reporter/Editor: Mastur











