PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengungkapkan permasalahan harga minyak goreng curah di pasar masih mahal diduga karena ulah produsen sengaja menahan pasokannya.
Menurut Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, harga minyak goreng curah seharusnya tidak langka dan tidak mahal karena 6 produsen minyak besar ada di Banten.
“Kemarin Aa ngontrol harga bahan pokok bareng Wakil Menteri Perdagangan (Wamen Perdagangan Jerry Sambuaga), terutama minyak. Aa ngotot ke Pak Wamen, bahwa mengapa minyak goreng curah itu langka dan harganya tinggi masalahnya dari distribusi,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, di Saung Sultan, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (16/4).
Aa panggilan akrab Wagub Banten, menjelaskan, sebetulnya di Banten ini ada enam produsen minyak goreng terbesar untuk seluruh Indonesia. Termasuk PT Wilmar, di Serang.
“Kemarin itu Aa ngotot ke Pak Wamen mengeluhkan masalah distribusi yang diberikan produsen kepada agen. Jadi terlalu panjang mata rantai distribusi dari produsen kepada pedagang, sehingga harganya jadi turunan makin bawah makin mahal,” katanya.
Selain mata rantai terlalu panjang, menjadi masalah adanya produsen diduga menahan distribusi ke pasar. Berdasarkan keterangan dari Wamen bahwa sampai April 2022, Banten dikasih jatah 11 ribu ton minyak goreng curah harga HET.











