“Tapi pas dicek baru 25 persen yang dikeluarkan produsen. Kenapa baru 25 persen, ya otomatis barangnya langka harganya juga tinggi, jadi permasalahannya ini distribusi dari produsen,” katanya.
Terkait produsen yang diduga sengaja berulah dengan menahan pasokan ini perlu dikontrol secara langsung. Guna memastikan ketersediaan stok serta kelancaran penyaluran distribusinya.
“Aa sudah menyiapkan tim untuk Senin besok (Senin, 18 April 2022) mau langsung datang ke produsen-produsen minyak goreng yang memang menjadi distributor bagi banten dan Indonesia. Namun Tim nanti mau fokus ngawal yang Banten aja dulu, untuk mengevaluasi dan memantau yang 11 ribu ton sampai April ini harus segera bisa dikeluarkan,” katanya.
Wagub optimis, kalau dari distribusi dari produsen dikawal insyaallah harganya stabil.
“Insyaallah harganya sesuai HET, yang per liter Rp14.000 yang per kilo Rp15.500. Jadi memang mudah-mudahan produsennya ini tidak nakal, makanya langsung dibuat tim untuk turun,” katanya.
Wagub menegaskan, bahwa masalah minyak goreng mahal penyebabnya bukan langka tetapi stoknya itu tidak dikeluarkan sekaligus oleh pihak produsen.











