“Kemarin itu ada wacana mau dilebarkan namun harganya sudah mahal. Maka solusinya membuka akses jalan baru, jalur Lingkar Baros ditargetkan tahun 2024 selesai,” katanya.
Pada tahun 2022, sekarang masih pelaksanaan pembebasan lahannya dulu. Tahun berikut mulai pembangunan fisik dan tahun 2024 harapannya sudah bisa digunakan.
“Jalur Lingkar Baros ini dibangun supaya tidak macet. Apalagi kalau hari Sabtu dan Minggu mau ke Pandeglang waduh, panjang kali Lebar aja pokoknya (terjebak macet parah),” katanya.
Wagub mengucapakan, syukur alhamdulilah di tahun 2022 ini kondisi jalan se provinsi Banten, sudah mencapai 99 persen, kategorinya jalan mantap.
“Jalan mantap itu jalan sudah bagus. Apabila ada jalan provinsi di Kabupaten Pandeglang rusak informasikan kepada saya, karena ada UPT pemeliharaan di sini, di pandeglang ada UPT PUPR pemeliharaan, jalan, yang penting tupoksi pemerintah provinsi,” katanya.
Nanti untuk jalan tupoksi Pemerintah kabupaten dan kota itu nanti oleh kepala daerahnya mengusulkan supaya bisa ditanggulangi oleh Provinsi.
“Tata kelola sekarang agak ribet, kalau sudah tupoksi kabupaten tidak boleh langsung diintervensi provinsi kalau tidak ada usulan. Kalau kita intervensi tanpa usulan nanti menjadi temuan, ada di BPK, nanti bisa ke aparat hukum padahal niatnya baik Pak wagub kedah hati hati melangkah walaupun Pak wagub ingin memperbaiki akan tetapi landasan hukumnya harus kuat,” katanya.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pandeglang M Habibi Arafat menyambut baik, pembangunan Jalan Lingkar Baros yang merupakan jalan tembusan baru ruas Pandeglang-Serang.











