slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Hukum

Pejabat Samsat Dalang Penggelapan Pajak

Redaksi by Redaksi
23-04-2022 08:07:00
in Hukum
Pejabat Samsat Dalang Penggelapan Pajak

Dua tersangka kasus Samsat Kelapa Dua saat dibawa menuju mobil tahanan Kejati Banten, Jum'at (22/4)

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Kasus Samsat Kelapa Dua, 4 Tersangka Ditahan

SERANG – Kepala Seksi (Kasi) Penagihan dan Penyetoran pada UPTD Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang Zulfikar ditahan penyidik Kejati Banten di Rutan Kelas IIB Pandeglang, Jumat (22/4). Ia ditahan penyidik setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penggelapan pajak di Samsat Kelapa Dua senilai Rp6 miliar.

Selain Zulfikar, penyidik juga menetapkan tiga tersangka lain. Ketiganya, Ahmad Priyo selaku staf Samsat Kelapa Dua, Muhammad Bagja Ilham selaku tenaga honorer bagian kasir Samsat Kelapa Dua dan Budiono pihak swasta yang juga mantan pegawai yang membuat aplikasi Samsat.

Baca Juga :

Biro Umum Berikan Penghargaan kepada Kartini Masa Kini

41 Kandidat Ketua DPC PKB Se Banten  Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

Nelayan Asal Wanasalam Hilang di Perairan Pantai Bagedur

Bejat! Kaka Beradik di Cilegon Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung

Kajati Banten Leonard Eben Ezer Simanjuntak menjelaskan, awal mula digulirkannya penyelidikan kasus tersebut dari adanya pemberitaan di media massa. Kemudian, pada Rabu (20/4) tim penyelidik intelijen Kejati Banten melakukan operasi intelijen untuk mengumpulkan data dan bahan keterangan untuk menyelidiki kasus tersebut.

“Berdasarkan laporan hasil operasi intelijen, didapatkan beberapa dokumen yang berkaitan dengan perkara,” ujar Eben didampingi Aspidsus Iwan Ginting, Asintel Muttaqin Harahap, Kasidik Hendro Wasisto dan Kasi Penkum Ivan Hebron Siahaan.

Selain telah mendapatkan dokumen, penyelidik juga telah melakukan permintaan keterangan terhadap tujuh orang. Mereka, tiga orang dari aparatur sipil negara (ASN) pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banten, dua orang ASN dari Samsat Kelapa Dua.
“Satu orang tenaga honorer di Samsat Kelapa Dua dan satu orang dari swasta yang merupakan programmer aplikasi komputer,” kata Eben.

Setelah mendapat dokumen dan memeriksa tujuh orang berkaitan dengan kasus tersebut dilakukan ekspos internal. Ekspos dihadiri penyelidik dan penyidik bidang intelijen dan pidana khusus. Ekspos tersebut dipimpin oleh Eben selaku pimpinan di Kejati Banten.

“Dengan kesimpulan (ekspos-red) bahwa operasi intelijen yang dilakukan secara profesional dan objektif oleh tim intelijen menemukan adanya indikasi dugaan penggelapan uang pajak yang mengarah ke tindak pidana korupsi,” kata Eben.

Selanjutnya, perkara tersebut diserahkan kepada bidang tindak pidana khusus untuk lebih didalami. “Kejati Banten telah mengeluarkan surat perintah penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Nomor : PRINT-379/M.6/Fd.1/04/2022 tanggal 21 April 2022,” ungkap Eben.

Dikatakan Eben, setelah perkara tersebut naik tahap penyidikan, penyidik bergerak cepat untuk melakukan pemeriksaan terhadap empat orang yang patut bertanggungjawab terhadap penggelapan pajak tersebut. Mereka kemudian dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan dan ditetapkan sebagai tersangka. “Empat orang yang ditetapkan tersangka ini ditahan di Rutan Kelas IIB Pandeglang,” ujar Eben.

Dijelaskan Eben, empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka mempunyai peran yang berbeda. Zulfikar mempunyai peran sebagai dalang atau aktor intelektual menggelapkan pajak tersebut.

“Sekira bulan April 2021 atas inisiatif dari tersangka Z (Zulfikar-red) ia mengumpulkan tiga tersangka lain untuk mendiskusikan apakah bisa masuk ke sistem Samsat Kelapa Dua untuk mendapatkan uang,” kata mantan Kapuspenkum Kejagung RI tersebut.

Ketiga tersangka yang diajak Zulfikar tersebut kemudian menyepakati untuk menggelapkan pajak kendaraan. Pada Juni 2021 Zulfikar memerintahkan Muhammad Bagja Ilham untuk melakukan manipulasi data mobil baru ke mobil bekas.

“Untuk melakukan aksinya maka tersangka MBI (Muhammad Bagja Ilham-red) memilih semua berkas pendaftaran pajak mobil baru, setelah berkas dipilih maka tersangka MBI membawa kertas penetapan yang dikeluarkan AP (Ahmad Priyo-red) mendatangi biro jasa untuk meminta uang secara tunai sesuai kertas penetapan pajak,” kata Eben.

Kemudian, Ahmad Priyo membayarkannya ke Bank Banten. Setelah dibayarkan, Muhammad Bagja Ilham mengirimkan data pembayaran kepada Budiono. Mantan pegawai Samsat Kelapa Dua yang mempunyai kemampuan teknologi informasi tersebut melakukan perubahan secara sistem.

“Tersangka B (Budiono-red) yang telah mengetahui password dan VPN untuk melakukan perubahan secara sistem, penetapan yang tadinya BBN I (pajak untuk mobi baru-red) dimanipulasi datanya menjadi BBN II (mobil bekas-red),” kata Eben.

Setelah berhasil diubah, Budiono melaporkannya kepada Bagja Ilham. Kemudian, Bagja Ilham mendatangi kembali Bank Banten untuk melakukan perbaikan pembayaran atas penetapan yang telah dimanipulasi. “Dan kemudian hasil selisih kelebihan uang tersebut oleh tersangka MBI diserahkan kepada tersangka Z (Zulfikar-red),” ucap Eben.

Uang yang berhasil dikumpulkan tersebut, diserahkan kepada Ahmad Priyo. Pengumpulan uang hasil penggelapan pajak tersebut dilakukan sejak Juni 2021 hingga Februari 2022. “Menurut pengakuan tersangka uang yang dikumpulkan itu Rp6 miliar,” tutur Eben.

Tersangka Beli Rumah dan Mobil

Eben mengatakan uang Rp6 miliar yang berhasil dikumpulkan para tersangka digunakan untuk kepentingan pribadi.
Uang dari pajak kendaraan tersebut digunakan para tersangka untuk membeli mobil, motor, rumah dan keperluan lainnya. “Uang yang berhasil dikumpulkan itu oleh para tersangka digunakan untuk membeli motor, mobil, rumah, merehab rumah dan keperluan lainnya,” kata Eben.

Eben mengungkapkan setelah kasus penggelapan pajak tersebut ramai menjadi pemberitaan media lokal dan nasional, tersangka kabarnya telah mengembalikan uang pajak darin kendaraan tersebut.

“Kami sedang mempelajari kenapa ini dikembalikan dan kemana ini dikembalikan, selain itu apa dasar pengembalian karena tahun 2021 telah selesai (tidak ada temuan audit-red),” kata Eben.

Pria berdarah Batak tersebut juga mempertanyakan alasan penerimaan uang yang dikembalikan oleh tersangka. Sebab, secara aturan masih dipertanyakan. “Kenapa ini diterima? Ini juga kita sedang dalami dan akan kami pelajari, ” ucap Eben.

Eben mengatakan setelah perkara tersebut dinaikan ke tahap penyidikan, pada Jumat (22/4) tim pidana khusus Kejati Banten melakukan penggeledahan di dua tempat. Kedua tempat tersebut kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banten dan Samsat Kelapa Dua.

“Hari Jumat ini, tim juga bergerak cepat karena kita khawatir alat bukti dokumen dan aplikasi rentan dirusak maka tim penyidik melakukan penyitaan dan penggeledahan,” kata Eben.

Diakui Eben, setelah kasus penggelapan tersebut ramai menjadi pemberitaan dan diusut Kejati Banten ada beberapa dokumen atau barang bukti yang dirusak dengan cara dibakar atau dirobek. “Ada beberapa surat ketetapan (mengenai pajak kendaraan-red) dirobek dan dibakar, agar tidak mengulangi perbuatannya (merusak dan menghilangkan barang bukti-red) tim penyidik harus melakukan penahanan,” kata Eben.

Eben menuturkan, dalam kasus tersebut pihaknya akan terus melakukan pengembangan baik soal nilai uang pajak yang digelapkan dan pihak lain yang diduga terlibat. “Ini masih awal (penyidikan-red) kami masih akan melakukan pengembangan,” kata Eben.

Sementara itu, Kepala Bapenda Provinsi Banten Opar Sohari mengaku akan menghormati proses hukum yang sedang berlangsung terkait kasus Samsat Kelapa Dua. “Kami hormati proses hukum,” ujarnya.

Ia mengaku saat penggeledahan yang dilakukan aparat penegak hukum di kantornya, ia sedang tak berada di tempat. “Sedang di luar. Pak Sekban tadi yang menerima,” tutur Opar. (fam)

Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Disperindag Kabupaten Tangerang Cek Pompa Ukur SPBU, Pastikan Tak Ada Kecurangan

Next Post

Ya Allah Dentuman Erupsi Gunung Anak Krakatau Menggelegar, Warga Sumur Cemas Terjadi Tsunami

Related Posts

mengenakan pakaian adat dalam rangka peringatan Hari Kartini tahun 2026.
Berita Utama

Biro Umum Berikan Penghargaan kepada Kartini Masa Kini

by Rostinah
Selasa, 21 April 2026 20:53

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Biro Umum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Banten memperingati Hari Kartini dengan memberikan penghargaan kepada sosok Kartini masa kini di...

Read moreDetails

41 Kandidat Ketua DPC PKB Se Banten  Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

Nelayan Asal Wanasalam Hilang di Perairan Pantai Bagedur

Bejat! Kaka Beradik di Cilegon Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung

Momentum Hari Kartini, Kohati HMI Cilegon Soroti 37 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Tiga Bulan, 44 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Pandeglang

ASN di Pandeglang Lapor ke Polda Banten soal Investasi Bodong dan ITE

LPG Non Subsidi Naik, Pelaku Usaha di Banten Menjerit

Ancaman 15 Tahun Penjara Menanti Ayah Tiri Pelaku Pelecehan Pelajar SMP di Cilegon 

Serapan Anggaran OPD Kabupaten Serang di Triwulan Pertama Masih Rendah

Next Post
Ya Allah Dentuman Erupsi Gunung Anak Krakatau Menggelegar, Warga Sumur Cemas Terjadi Tsunami

Ya Allah Dentuman Erupsi Gunung Anak Krakatau Menggelegar, Warga Sumur Cemas Terjadi Tsunami

Alami Tindak Kekerasan, Segera Hubungi SAPA 129

Alami Tindak Kekerasan, Segera Hubungi SAPA 129

Gunung Anak Krakatau Erupsi, KSB: Jangan Takut

Gunung Anak Krakatau Erupsi, KSB: Jangan Takut

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

mengenakan pakaian adat dalam rangka peringatan Hari Kartini tahun 2026.

Biro Umum Berikan Penghargaan kepada Kartini Masa Kini

Selasa, 21 April 2026 20:53
41 Kandidat Ketua DPC PKB Se Banten  Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

41 Kandidat Ketua DPC PKB Se Banten  Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

Selasa, 21 April 2026 20:46
Nelayan Asal Wanasalam Hilang di Perairan Pantai Bagedur

Nelayan Asal Wanasalam Hilang di Perairan Pantai Bagedur

Selasa, 21 April 2026 20:41
Bejat! Kaka Beradik di Cilegon Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung

Bejat! Kaka Beradik di Cilegon Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung

Selasa, 21 April 2026 20:37
Momentum Hari Kartini, Kohati HMI Cilegon Soroti 37 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Momentum Hari Kartini, Kohati HMI Cilegon Soroti 37 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Selasa, 21 April 2026 20:32
Tiga Bulan, 44 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Pandeglang

Tiga Bulan, 44 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Pandeglang

Selasa, 21 April 2026 20:28
mengenakan pakaian adat dalam rangka peringatan Hari Kartini tahun 2026.

Biro Umum Berikan Penghargaan kepada Kartini Masa Kini

Selasa, 21 April 2026 20:53
41 Kandidat Ketua DPC PKB Se Banten  Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

41 Kandidat Ketua DPC PKB Se Banten  Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

Selasa, 21 April 2026 20:46
Nelayan Asal Wanasalam Hilang di Perairan Pantai Bagedur

Nelayan Asal Wanasalam Hilang di Perairan Pantai Bagedur

Selasa, 21 April 2026 20:41
Bejat! Kaka Beradik di Cilegon Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung

Bejat! Kaka Beradik di Cilegon Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung

Selasa, 21 April 2026 20:37
Momentum Hari Kartini, Kohati HMI Cilegon Soroti 37 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Momentum Hari Kartini, Kohati HMI Cilegon Soroti 37 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Selasa, 21 April 2026 20:32
Tiga Bulan, 44 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Pandeglang

Tiga Bulan, 44 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Pandeglang

Selasa, 21 April 2026 20:28

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

mengenakan pakaian adat dalam rangka peringatan Hari Kartini tahun 2026.

Biro Umum Berikan Penghargaan kepada Kartini Masa Kini

by Rostinah
Selasa, 21 April 2026 20:53

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Biro Umum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Banten memperingati Hari Kartini dengan memberikan penghargaan kepada sosok Kartini masa kini di...

41 Kandidat Ketua DPC PKB Se Banten  Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

41 Kandidat Ketua DPC PKB Se Banten  Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

by Yusuf Permana
Selasa, 21 April 2026 20:46

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa Provinsi Banten mulai memanaskan mesin partai menjelang agenda politik ke...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak