PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Polres Pandeglang memasukan 15 pasar tradisional di Kabupaten Pandeglang dalam peta Operasi Ketupat Maung 2022.
Ke-15 pasar tradisional di Kabupaten Pandeglang masuk dalam peta Operasi Ketupat Maung 2022 karena menjadi sumber titik terjadinya kemacetan saat arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah.
Selain 15 pasar, menjadi atensi Polres Pandeglang yaitu jalan protokol, tempat wisata, SPBU dan rumah kosong yang ditinggal pemudik.
Kabag Ops Polres Pandeglang Kompol Yogie Roozandi mengatakan, ada 15 titik pasar menjadi atensi Operasi Ketupat Maung 2022.
“Diantaranya Pasar Saketi, Panimbang, Labuan, Carita, dan pasar lainnya. Yang aktivitas pedagang dan parkir kendarannya perlu diatur agar tidak mengganggu pengguna jalan,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu (27/4).
Terkait pengaturan pedagang dan parkir kendaraan, jajarannya sudah melakukan koordinasi dengan PD Pasar serta Satpol PP agar mengatur dan menertibkan pedagang maupun parkir kendaraan yang menggunakan badan jalan. Biar arus lalu lintas berjalan lancar.
“Sebab titik Pasar ini menjadi sumber kemacetan bila pedagang dan parkir liatnya tidak ditertibkan. Karena saat arus mudik jumlah kendaraan ini semakin bertambah, tapi jumlah jalan tidak pernah bertambah,” katanya.
Selain titik kemacetan, menjadi atensi Operasi Ketupat Maung 2022 yaitu titik rawan kecelakaan yang meliputi ruas Saketi-Malingping, jalur Pulosari, turunan Saketi dan sejumlah ruas jalan lain.
“Adapun untuk titik rawan tindak kejahatan yang menjadi atensi kita meningkatkan patroli ini di SPBU, rumah kosong ditinggal pemudik dan di tempat wisata. Serta Operasi pekat dalam upaya menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif di Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Kabag Ops mengungkapkan, jumlah personil dilibatkan dalam Operasi Ketupat Maung 2022 sebanyak 443 dari unsur Polri.
“Bertugas untuk pengamanan dan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Ahmad Lutfi











