PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Warga Suku Baduy, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak meminta kepada Pemkab Pandeglang agar menjaga kelestarian alam agar tidak terjadi bencana alam.
Permintaan itu disampaikan Tetua Adat Suku Baduy Jaro Tanggungan Dua Belas Saudi Putra saat menjalankan seba Baduy di Pendopo Bupati Pandeglang, Sabtu, 8 Mei 2022.
“Pemerintah Daerah Pandeglang harus terus menjaga kelestarian alam agar tidak terjadi benca alam. Kami titip Gunung Karang, Asepan jeng (dan) Gunung Pulosasri ulah (jangan) diruksak,” kata Tetua Adat Suku Baduy Jaro Tanggungan Dua Belas Saudi Putra di Pendopo Bupati Pandeglang.
Menurut Saudi Putra, menjaga alam bukan hanya warga Suku Baduy tetapi menjadi tugas semua masyarakat. Adapun tradisi seba inì sudah ada dari ratusan tahun silam yang dilakukan oleh para lelurunya.
“Seba ini sebagai peringatan kepada kita agar selalu menjaga kelestarian lingkungan. Karena dampak dari ruksaknya alam akan membawa bencana,” katanya.
Sementara itu, Assisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Pandeglang Ramadani mengungkapkan, kelestarian alam sangat penting demi keberlanjutan populasi mahluk hidup.
“Oleh sebab itu menjaga kelestarian alam merupakan kewajiban semua umat manusia,” katanya.
Ramadani mengatakan, kalau seba Baduy ini merupakan sebuah tradisi yang sejak lama dilakukan oleh warga Kanekes. Bertujuan untuk menyampaikan pesan agar Pemerintah setempat dapat menjaga kelestarian alam.
“Ini menjadi pengingat bagi kita untuk menjaga kelestarian alam baik gunung, darat dan laut. Kelestarian alam terus kami jaga agar bisa dirasakan oleh generasi selanjutnya,” katanya.
Ramadani mengucapkan, terima kasih kepada warga Suku Baduy yang terus mengingatkan agar selalu menjaga kelestarian alam. Dengan tujuan agar dapat terhindar dari bencana alam.
“Saya mengucapkan terimakasih karena warga Suku Baduy masih bisa menjaga tradisi. Semoga ini menjadu contoh warga lainnya untuk selalu menjaga kelestarian alam,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Ahmad Lutfi












