Saija mengatakan warga Suku Baduy telah melaksanakan upacara Seba di Gedung Museum Negeri Banten Kota Serang, Pendopo Pemkab Serang, Alun-alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak dan Pendopo Pemkab Pandeglang. Tradisi seba merupakan titipan leluhur yang terus dijaga oleh warga Suku Baduy. “Upacara seba merupakan titipan leluhur kami,” ujar Saija.
Tak lupa setelah menyampaikan acara kegiatan Seba Baduy, Saija menyampaikan permintaannya kepada Kapolda Banten. Ia meminta kepada Kapolda untuk mendapat dukungan terkait kepengurusan lahan 300 hektare di Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak. Lahan tersebut diketahui berada di areal Perhutani.
“Kami meminta doa dan restu dari Pak Kapolda dan Wakapolda, kami meminta lahan (kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan-red) di Kecamatan Bojongmanik. Saya sudah dua kali ke Jakarta diundang Kementerian Kehutanan tahun ini dikasih luasnya itu 300 hektare,” ungkap Saija.
Diakui Saija, warga Suku Baduy kekurangan areal perkebunan. Jumlah warga Suku Baduy yang saat ini melebihi 17 ribu jiwa membutuhkan banyak lahan untuk perkebunan. “Pendataan kami itu ditahun 2015 ada 17.600 jiwa, kami minta dukungannya kepada Pak Kapolda karena kewajiban orang Baduy itu berladang,” kata Saija.
Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho mengaku akan membantu proses pemberian lahan 300 hektare bagi warga Suku Baduy. Bila diperlukan, Rudy akan berkirim surat kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar 300 hektare lahan tersebut cepat diberikan.
“Kalau butuh surat akan kami berikan suratnya, kami akan berikan dukungan penuh kepada masyarakat baduy untuk tambahan lahan untuk bercocok tanam maupun yang lain,” tutur Rudy (*)
Reporter : Fahmi Sa’i










