Hal senada juga diungkapkan Umi Yamin. Ia pusing lantaran hampir seluruh harga kebutuhan dapur naik. “Kok abis Lebaran harga-harga naik semua ya. Ini kayaknya gara-gara harga minyak goreng naik. Imbasnya kemana-mana,” kata Umi Yamin.
Mama Citra menambahkan, sekarang ini berbelanja dengan membawa uang Rp 50 ribu, ibaratnya tidak dapat apa-apa. Mama Citra tidak tahu apa yang menyebabkan kenaikan harga ini.
Hanya saja imbasnya langsung dia rasakan. Selama ini, ibu berkerudung ini biasa berjualan mpek-mpek. “Sebagai contoh, sebelum Lebaran saya buat mpek-mpek, bahannya 1 kg tepung terigu dan ikan giling 1 kg, masih dapat ngantongi untung Rp 150 ribu. Nah, sekarang ini, buat mpek-mpek dengan bahan sama. Racikan bumbu sama, untungnya hanya Rp 70 ribu,” keluh Mama Citra.
Baik Mama Citra dan Umi Yamin menduga kenaikan harga yang tidak disadari oleh banyak orang ini, buntut dari kenaikan minyak goreng. “Padahal, bumbu-bumbu dapur dan tepung terigu, gula merah, cabe kan gak ada hubungannya dengan minyak goreng. Tapi, kok harganya ikut-ikutan naik. Pusing saya,” cetus Umi Yamin.
Penulis: M Widodo / Yusuf











