TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Harga jual minyak goreng kemasan di atas harga eceran tertinggi (HET) masih ada di pasaran. Pengusaha kerupuk rumahan mengaku paling merasakan dampak ketidakpatuhan pedagang minyak goreng terhadap ketentuan pemerintah.
Harga minyak goreng kemasan di atas HET, seperti di wilayah Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. Saat ini, pedagang rata-rata menjualnya seharga Rp16.000 per liter. Padahal, sesuai ketentuan pemerintah, semestinya Rp14.000 per liter.
Pengusaha kerupuk rumahan di Kampung Cisereh, Desa Kadu Jaya, Kecamatan Curug, Nandi Rusmana Pratama (29) mengeluhkan hal itu. Sebab, kata dia, harga minyak goreng di atas HET itu membuat biaya produksi kerupuk miliknya ikut naik. Sementara, Nandi tidak bisa menaikkan harga jual kerupuk.
Kepada Radar Banten, pengusaha kerupuk dengan merek dagang Buana tersebut mengaku harus memutar otak, bagaimana usahanya bisa terus berjalan demi menghidupi keluarganya dan 10 orang karyawannya.











