RANGKASBITUNG, RADARBANTEN CO.ID – Sekda Lebak Budi Santoso menyatakan Pemkab Lebak sedang mengupayakan agar Lebak bebas blank spot.
Area blank spot di daerah yang dipimpin Bupati Iti Octavia Jayabaya ini antara lain di sejumlah lokasi di Kecamatan Sobang dan Gunung Kencana. Karena itu Pemkab Lebak, menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk mengatasinya
“Tentunya, teknologi informasi tanpa jaringan internet tidak mungkin jalan. Lantaran topografi banyak blank spot seperti di Sobang, Gunung Kencana, banyak blank spot, kita upayakan kita menggandeng Kominfo. Kita undang provider, bagaimana kita mengatasi wilayah Lebak yang masih blank spot,” kata Budi Santoso saat menghadiri unidian panen hadiah Simpedes semester 2 tahun 2021 di kantor BRI Cabang Rangkasbitung, Selasa (14/6).
Menurutnya, program pemerintah tentang percepatan perluasan digitalisasi daerah ini juga merupakan upaya pemerintah pusat dan daerah memberikan keamanan dan kenyamanan bertransaksi bagi masyarakat.
“Jadi ke depan semua transaksi baik pemerintah daerah maupun masyarakat itu melalui digital elektronifikasi,” kata mantan Kepala BKAD Lebak ini.
Dia mengatakan, ke depan tidak ada lagi transaksi yang menggunakan uang tunai.
“Jadi enggak ada lagi uang tunai beredar. Kalau pemerintah daerah sekarang 100 persen sudah elektronik semua transaksi, mau pendapatan, bayar PBB, pajak dan sebagainya semua sudah bisa pakai platform, salah satunya bisa Bank BRI. Semua kanal-kanal pembayaran diperluas, bisa mbanking, bisa belanja harus bayar ke rekenig, enggak cash,” ujarnya.
Pimpinan Cabang (Pinca) BRI Rangkabsitung Riki Rinda Sakti mengatakan, pihaknya berkomitmen terus memberikan edukasi penggunaan digitalisasi kepada para pedagang. BRI Rangkasbitung terus menerjunkan mantri bank kepada para pedagang agar bertransaksi menggunakan sarana Quick Respons Indonesia Standard (QRIS).
“BRI berkomitmen sama dengan pemerintah daerah soal digitalisasi. Saat ini tercatat, nyaris 5 ribu pedagang di Rangkasbitung telah memiliki QRIS dan melakukan transaksi secara non tunai,” katanya.
Dia mengatakan, BRI terus melakukan inovasi salah satunya memiliki aplikasi Pasar Rakyat Indonesia (PARI). PARI adalah aplikasi baru yang menginisiasi akomodir penjual dan pembeli dalam satu rangkai bisa didik secara langsung.
“Ya, kantor pusat itu sedang membangun aplikasi PARI (Pasar Rakyat Indonesia-red). Kita kenalkan kepada para mitra kita tentang keuntungan dan kemudahan aplikasi tersebut,” katanya.
Riki menegaskan, bahwa pihaknya berkomitmen untuk membuat para pedagang melek digital. Karenanya memerintahkan kepada para mantri untuk menyosialisasikan kepada para pedagang tata cara bertransaksi secara digital.
“Kita kejar sales volume juga. Jadi tak hanya sekadar punya, para pedagang ini kita edukasi agar bisa bertransaksi secara digital,” ujarnya.*
Reporter: Nurabidin
Editor : Aas Arbi











