LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Para nelayan di pesisir pantai Lebak bagian selatan mengaku bahwa hasil tangkap ikan mereka dalam beberapa waktu terakhir ini berkurang drastis. Usut punya usut hal itu dikarenakan cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Lebak selama dua bulan terakhir ini.
Wading Griana, ketua Paguyuban Nelayan Binuangeun mengatakan, di hari biasa dengan cuaca cerah, dirinya biasanya mendapatkan ikan hingga 1,5 ton lebih. Namun, dengan adanya cuaca ekstrem, dirinya dan nelayan lainnya hanya bisa mendapatkan 700 kilogram (Kg) saja.
“Iya kang menurun, biasanya dapat 1,5 ton, sekarang dapat 700 kg aja kang. Ini udah 2 bulan,” kata Wading saat dihubungi, Senin 14 Juni 2022.
Wading mengatakan, cuaca ekstrem yang bahkan hingga menimbulkan gelombang tinggi membuat dirinya dan para nelayan lainnya lebih memilih di rumah saja dan melakukan aktivitas lainnya dibandingkan melaut.
“Sekarang ketinggian gelombang cuma 1 sampai 2 meter aja, tapi waktu awal bulan itu bisa sampai 4 meter. Jadi dari pada bahaya melaut mending cari aktivitas lainnya,” katanya.
Bahkan, banyak nelayan juga yang beralih profesi menjadi penangkap baby lobster dan juga tukang ojek.
Hal yang sama dikatakan oleh Nurman, ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lebak mengatakan, akibat cuaca ekstrem itu, hasil tangkap ikan para nelayan di pesisir Lebak selatan berkurang hingga setengahnya.
“Sudah 2 bulan cuacanya kurang mendukung, hasil tangkap ikan juga berkurang. Biasanya dapat 1 ton, ini mah cuma setengahnya aja,” kata Nurman.
Meski begitu, dirinya tetap mengimbau kepada para nelayan untuk tidak memaksa pergi melaut mengingat kondisi cuaca yang hingga saat ini kerap mendung bahkan hujan deras. Khususnya mengingat kejadian angin puting beliung di wilayah perairan pantai Binuangeun pada bulan Mei 2022 lalu.
“Kita tetap imbau kepada para nelayan untuk selalu memerhatikan cuaca terlebih dahulu, jangan maksa melaut. Karena nyawa jadi taruhannya,” imbau Nurman yang juga sebagai relawan BPBD Kecamatan Wanasalam ini. *
Reporter: Yusuf Permana











