SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ibu-ibu Tim Penggerak PKK Kecamatan Carenang produksi batik dari pewarna alami. Sistem membatik ini disebut juga dengan istilah ecoprint.
Ecoprint merupakan membatik dengan sistem menjiplak dedaunan dan kemudian mengukusnya, mirip seperti proses pembuatan batik, maka sering disebut juga batik ecoprint.
Ketua PKK Carenang sekaligus penggagas ecoprint Alvina mengatakan, produksi batik ini baru dimulai Mei 2022. Namun sudah banyak konsumen yang memesan batik ecoprint.
“Pewarna batik ini bersumber dari bahan alami seperti kunyit, cengkeh, secang, dan lainnya,” kata Alvina kepada Radar Banten, Selasa 14 Juni 2022.

Sehingga, lanjut Alvina, proses membatik dengan ecoprint ini tidak menimbulkan dampak negatif pada kesehatan ibu-ibu PKK. Selain itu, bahan-bahan yang dibutuhkan pun mudah didapat.
“Untuk motif gambar batiknya pun kita menggunakan berbagai jenis dedaunan yang dengan mudah kita dapatkan di lingkungan rumah,” katanya.
Produk batik ecoprint ini dijual dengan harga Rp400 ribu ukuran 2 meter setengah, sedangkan bahan sutra dijual Rp1 juta dua ratus ukuran 2 meter setengah.
Camat Carenang Arif Roikhan menilai, batik ecoprint ini sangat cocok diproduksi di Carenang karena lingkungannya masih pedesaan dan banyak pohon serta tanaman. “Kami berdayakan ibu-ibu PKK,” ujarnya.
Reporter: Daru











