“Banyak capaian investasi di Provinsi Banten, paling tidak kini Banten telah sejajar dengan provinsi yang lain, menjadi daerah tujuan investasi yang cukup baik atau menjanjikan di Indonesia,” tuturnya.
Masih dikatakan Al Muktabar, di Provinsi Banten saat ini ada 14 kawasan industri yang diisi oleh 4000 lebih industri besar dan menengah. Bila ditambah dengan UMKM bisa mencapai puluhan ribu pelaku usaha. Itu semua menjadi modal untuk pemulihan ekonomi Provinsi Banten dan Indonesia pada umumnya.
“Makanya dua strategi kebijakan investasi Pemprov Banten harus benar-benar diimplementasikan, sehingga kita tidak hanya memelihara industri yang ada agar tidak meninggalkan Provinsi Banten, kemudian mengundang investor sebanyak-banyak untuk datang ke Banten,” bebernya.
Bagi Al Muktabar, investasi adalah soal keyakinan, dalam hal ini yakin mendapat keuntungan. Oleh karena itu, pemprov berusaha merawat investasi yang sudah ada untuk mendapatkan nilai ekonomi tinggi dengan memberikan pelayanan yang terus diperbaiki. Sehingga, pengusaha merasa nyaman melakukan aktivitas perekonomian di Provinsi Banten.
“Kewajiban kita bersama meneguhkan kontrol publik terhadap birokrasi dan agenda ekonomi. Bila tidak mendapatkan kontrol yang baik bisa menghasilkan kurang berkeadilan bahkan tidak berkeadilan. Dengan saling mengontrol kita on the track pada tujuan bersama,” tegasnya.
Terkait pertumbuhan ekonomi berkelanjutan (green economy), Al menegaskan itu semua membutuhkan kearifan semua pihak untuk bersahabat dengan alam. Dalam rangka menyongsong ekonomi hijau ini, pemanfaatan digitalisasi harus cukup baik agar terjadi efisiensi yang cukup baik. Bisa dikembangkan menjadi mudah, murah, dan cepat.











