Kata dia, emas-emas itu adalah generasi Indonesia yang terpuruk, termajinalkan, dan jarang diperhatikan. Peningkatan pendidikan tidak bisa hanya dilakukan pemerintah. “Harusnya kita-kita ini yang dari akar rumput yang ikut membantu,” tuturnya.
Alumni Universitas Lampung ini mengatakan, anak-anak putus sekolah membutuhkan wadah dan media agar bisa bersekolah. Mereka bukan orang bodoh, tapi mereka memiliki kompetensi.
Hanya saja mereka tidak memiliki kesempatan dan uang untuk bisa mengenyam bangku sekolah. Untuk itu PPMN ini hadir untuk memberikan wadah.
“Yang memiliki akses anak putus sekolah, mereka (anak putus sekolah-red) dilatih untuk menulis dan public speaking,” ujar Nur.
Para anak putus sekolah yang menjadi binaan PPMN akan disekolahkan sampai tamat. Menjadi wisudawan PPMN berbagai daerah di Indonesia.
Lalu apa keuntungan menjadi anggota PPMN? Setiap anggota PPMN akan mendapatkan ilmu dan dapat bertemu dengan tokoh-tokoh nasional, tanpa membayar.










