“Nonton konser saja bayar jutaan. Ini mah ketemu tokoh lho tidak nonton, bukan penonton, tapi pelakunya, aktornya,” tegas Nur.
Sejauh ini banyak yang peduli dengan pendidikan. Bukan main-main, penulis internasional yang bukunya dihargai di kancah internasional juga tergabung dalam organisasi ini. “Kita harapannya bukan mengejar eksistensi dunia tapi ingin investasi akhirat melalui literasi,” tuturnya.
Nur berharap, pemangku kebijakan di Banten juga peduli terhadap dunia literasi. Apalagi, Banten memiliki banyak potensi, yang kurang diperhatikan dan diberi wadah untuk unjuk gigi. “Jangan mimpi akan meningkat pendidikannya,” tandasnya.
Baginya, kunci agar minat baca tinggi adalah ada namanya dalam tulisan atau ada tulisan dia dalam suatu wadah. “Itu saja,” tegas Nur.
Anak-anak putus sekolah juga memiliki lingkup sosial yang luas dan komunitas yang banyak, maka semangat literasinya dapat ditularkan.
Dengan begitu tidak akan ada lagi orang yang buta aksara dan aksara akan membahana di seluruh Indonesia. “Melalui PPMN menjelajah dunia tanpa wacana,” pungkas Nur. (*)










