Apa jadinya ketika ribuan penulis dan motivator berkumpul bersama. Dalam wadah bernama PPMN, mereka mempunyai mimpi agar tidak ada lagi orang yang buta aksara.
ROSTINAH – Serang
Bersemangat. Itulah kata yang bisa menggambarkan seorang perempuan bernama Nur Badriyah. Seorang guru di SMAN 5 Kota Cilegon ini mempunyai mimpi besar agar tidak ada lagi orang Indonesia yang buta aksara.
Bermula dari woro-woro di Facebook membentuk Perkumpulan Penulis dan Motivator Nasional (PPMN), tak disangka justru mendapatkan respons luar biasa. Perkumpulan itu kini beranggotakan lima ribu orang yang sama-sama memiliki cita-cita mulia. Tak mengejar eksistensi dunia, tapi investasi akhirat melalui literasi.
Meskipun baru terbentuk, tetapi PPNM telah dikukuhkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenhukham) RI. Perempuan yang sudah banyak menghasilkan karya ini pun dikukuhkan sebagai Ketua Umum PPMN.
Anggotanya pun bukan main-main, mulai dari anak sekolah, ibu-ibu, para pejabat, para tokoh, penulis internasional, sampai didukung penuh oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Selain itu, ada juga beberapa tokoh publik seperti Najila Shihab dan Putu Wijaya yang juga tergabung dalam PPMN.
Bagi Nur, literasi memang memang dasar dari semua elemen. Untuk itu, PPMN dibentuk. Sasarannya adalah anak putus sekolah. Setiap orang bisa menjadi anggota PPMN secara gratis dengan syarat membawa 20 anak putus sekolah yang berpotensi.
“Indonesia mempunyai target menciptakan generasi emas 2045. Bagaimana mau jadi emas kalau tidak pernah diangkat,” tandasnya saat Podcast Radar Bante di studio Padcast Radar Banten, Senin (27/6).










