“Saya sering ajak anak saya buat main di sini sore hari, tapi saya ga boleh lenggah. Karena banyak permainan anak disini yang sudah rusak, seperti perosotan yang bolong ditenggah, kan itu bahaya,” kata Roheni kepada Radar Banten, Selasa 5 Juli 2022.
Roheni juga mengeluhkan dengan minimnya tempat sampah di lingkungan taman, serta toilet taman yang tidak berfungsi.
“Sampah disini banyak berserakan, terus kamar mandinya juga ga fungsi, gelap juga ga ada airnya. Terus kadang suka ada bau pesing juga di lingkungan tamannya,” katanya.
Hal senanda disampaikan, Rina. Dirinya berharap agar Pemerintah setempah benar-benar merawat dan menjadikan taman ini menjadi taman ramah anak dengan berbagai fasilitas dan sarana prasana penunjang yang bagus dan aman.
“Kita harap taman ini bisa benar-benar jadi taman ramah anak, karena disini banyak anak-anak yang bermain setiap sorenya. Ada yang main futsal, batminton, atau cuma main perosotan. Kan sayang juga kalau taman ini dibiarkan kumuh, apalagi letaknya dipusat kota,” ujarnya.
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Ahmad Lutfi











