Sementara di Kabupaten Tangerang, Bupati Ahmed Zaki Iskandar memastikan seluruh hewan kurban di Kabupaten Tangerang bukan hanya halal tetapi juga thayyib.
“Insya Allah Kabupaten Tangerang, selama dilaporkan adanya dugaan PMK, sudah kita tangani dan mudah-mudahan kita menyiapkan korban-korban untuk masyarakat bukan juga halal tetapi juga thayyib,” ungkap Bupati Zaki usai sholat id di Masjid Agung Al-Amjad.
Zaki menekankan momentum hari raya kurban untuk dapat saling berbagi dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT serta senantiasa bersyukur.

Zaki juga mengingatkan agar masyarakat Kabupaten Tangerang untuk tetap disiplin melakukan protokol kesehatan dan melengkapi vaksinasi.
Di Tangsel, Walikota Tangsel Benyamin Davnie menyerahkan secara simbolis hewan qurban kepada Takmir Masjid Islamic Center Baiturahmi, Minggu (10/7).
Sementara Wakil Walikota Pilar Saga Ichsan juga menyerahkan secara simbolis hewan kurban berupa sapi kepada takmir masjid Al-Ithisom, Puspemkot Tangsel.

Saat penyerahan hewan kurban, Walikota Benyamin berharap hewan kurban itu dapat memberikan manfaat yang besar untuk masyarakat di Tangerang Selatan.
“Semoga hewan kurban ini membawa keberkahan dan kemanfaatan bagi masyarakat dan betul-betul diterima kepada mereka yang berhak,” katanya.
Dia juga menjelaskan bahwa masyarakat tak perlu khawatir dengan kesehatan hewan yang akan dikurbankan. Terkait wabah PMK Pemkot telah melakukan berbagai pencegahan. Mulai dari administrasi harus dilengkapi oleh pedagang hewan kurban dan dokter-dokter hewan terus melakukan pengecekan kepada hewan yang dikurbankan.
Sementara Ketua DPD Golkar Kabupaten Tangerang Mad Romli menyerahkan hewan kurban berupa 29 sapi kepada 29 ketua PK Golkar Kecamatan.
Mad Romli mengatakan, sapi kurban berasal dari Jawa tersebut telah dinyatakan sehat dan bebas dari PMK.
“29 sapi ini dinyatakan sehat oleh dinas terkait, sehingga bisa dipotong dan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK),”terang Mad Romli. (jek-fdr-bam-mul-ful/alt)











