SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Camat Carenang Arif Roikhan menyulap tanah tempat pembuangan sampah menjadi tempat budidaya ikan nila dengan sistem bioflok.
Tanah berukuran sekira 12 x 30 meter persegi itu dengan dikelilingi jaring. Di dalamnya, terdapat kolam berdiameter lima meter sebanyak sepuluh kolam.
Arif Roikhan mengatakan, pembuatan bioflog itu sebagai inovasi untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat.
“Ini dulunya tempat pembuangan sampah, ini tanah kecamatan, kemudian kita ubah menjadi lahan bioflok,” katanya kepada Radar Banten.
Pembangunan bioflok itu tidak menggunakan dana dari APBD, melainkan dana pribadi Arif Roikhan.
“Karena APBD terbatas, saya menggunakan dana pribadi saja. Nanti hasilnya bisa untuk operasional kecamatan, kemudian sebagian akan kita sumbangkan juga untuk mencegah stunting,” ujarnya.
Mantan Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang ini mengatakan, setiap kolam berisi 2.500 ikan nila. Pihaknya menargetkan akan panen pada September tahun ini.
Arif berharap model budidaya ikan itu dapat ditiru oleh semua desa di Kecamatan Carenang. Apalagi, dari dana desa dialokasikan 20 persennya untuk ketahanan pangan.
“Jadi, saya ingin memberikan contoh terlebih dahulu, kalau ini berhasil, bisa ditiru oleh semua desa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bioflok mempunyai keunggulan tersendiri. Mulai dari padat tebar, tidak memerlukan lahan yang banyak, hingga tidak perlu mengganti air sampai panen.
“Kalau kolam biasa itu antara 10 sampai 20 ekor, kalau bioflog bisa 100 sampai 150 ekor per meter kibik,” ujarnya.
Selain mengelola bioflog, pihaknya bersama PPK Kecamatan Carenang juga mengelola tiga produk lainnya. Yakni, ecoprint atau pembuatan batik dengan jiplakan motif alami, pupuk ecoenzym, dan minuman kombucha.
Ketua PKK Kecamatan Carenang Alvinna Amir mengatakan, minuman kombucha merupakan minuman permentasi dari bahan dasar gula, teh, dan jamur.
Minuman ini didiamkan selama sembilan sampai 14 hari di toples. Kemudian, mempunyai manfaat seperti untuk penyakit hipertensi, diabetes, memperlambat sel kanker, dan yang lainnya. *
Reporter: Abdul Rozak
Editor: Aas Arbi











