SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang menargetkan pembangunan penampang air yang jebol di Kampung Periuk, Desa Ragas Masigit, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang bisa selesai dalam waktu dua pekan.
Hal itu penting dilakukan agar para petani bisa segera memulai mengolah tanah karena mereka sudah sangat tertinggal.
Sekretaris DKPP Kabupaten Serang Yuli Saputra mengatakan, pembangunan penampang air sementara dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciujung, Cidanau, Cidurian (BBWSC3) dengan dibantu kelompok tani dari Desa Ragas Masigit.
“Ada sekitar 13 kelompok tani yang ikut bergotong-royong untuk membantu teman-teman BBWSC3 dalam menyelesaikan penampang air sementara ini,” katanya, Selasa 29 April 2025.
Ia mengatakan, pembangunan penampang air harus cepat di selesaikan agar para petani di Desa Ragas Masigit bisa segera melakukan olah tanah karena mereka sudah cukup lama tertunda.
“Karena materialnya berupa drum itu sudah dirangkai di luar lokasi dalam bentuk rangkaian panjang. Yang kemudian ini nanti akan disatukan di sini proses pengerjaan pengelasannya kemudian penyangganya menggunakan bambu. Nah, ini prediksinya sekitar 1 sampai 2 pekan ke depan,” ujarnya.
Ia mengatakan, pembangunan harus bisa dilakukan dengan cepat, pasalnya di beberapa titik sudah hampir tiga bulan lahan di wilayah tersebut tidak diolah. Pihaknya pun akan mendorong Balai agar pembangunan bisa dilakukan dengan cepat dan bisa selesai sebelum dua pekan.
“Sangat urgen sekali karena ini kalau kita lihat ini singgangnya aja sudah hampir panen. Artinya padi yang sudah selesai panen kemudian dibiarkan tumbuh lagi padi. Nah, ini namanya singgang,” ujarnya.
Ia mengatakan, di Desa Ragas Masigit sendiri petani biasanya melakukan penanaman sebanyak dua sampai tiga kali dalam satu tahun. “Bisa tiga kali ya bagaimana kondisi air karena ini kan saluran Pamarayan. Nah, ini kalau di sana debitnya besar kita bisa optimalkan tiga kali,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











